UIN Datokarama dan Kemensos bahas kerja sama pemberdayaan eks-napiter

Palu, 8/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dan Kementerian Sosial Republik Indonesia membahas kerja sama pemberdayaan mantan/eks narapidana teroris (Napiter).

Pembahasan Kerjasama tersebut dihadiri oleh Tim Kementerian Sosial terdiri dari Dr. Rachmat Koesnadi selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Ishak zubaedi Raqib selaku Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Biro Perencanaan Kemensos, Biro Hukum Kemensos, Kepala Sentra Nipotowe Kemensos Diah Rini Lesnawati, Tenaga Ahli Mensos Syamsuddin.

Dua instansi pemerintah ini bersepakat untuk menyusun naskah Memorandum Of Understanding (MoU) tentang penyelenggaraan kesejahteraan social, yang diikuti dengan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberdayaan sosial bagi bekas warga binaan pemsyarakatan terorisme melalui tri dharma perguruan tinggi.

Ruang lingkup perjanjian kerja sama tersebut meliputi dukungan pemberian rehabilitasi social, dukungan pemberian pemberdayaan social, dukungan pemberian bimbingan spiritual, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pertukaran data dan/atau informasi.

Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, mengemukakan bahwa pencegahan dan penanganan radikalisme penting dilakukan secara berkesinambungan dari hulu hingga ke hilir.

“UIN Datokarama selama ini telah fokus dalam pencegahan radikalisme dengan pendekatan moderasi beragama. Namun hal ini tidak cukup, melainkan harus diikutkan dengan pemberdayaan secara langsung dan berkesinambungan terhadap eks-Narapidana teroris,” ucap Profesor Lukman Thahir.

“Kita tidak ingin mereka para eks-Napiter hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas dari jeratan ideologi ekstrem karena merasa tidak punya masa depan. Dengan kemandirian ekonomi, martabat mereka pulih,” ujarnya.


Proses kembalinya eks napiter ke masyarakat seringkali terbentur tembok stigma dan kesulitan ekonomi. Di sinilah UIN Datokarama dan Kemensos masuk untuk memberikan “jembatan” melalui dua pilar utama:

Penguatan Ideologi dan Psikosial. Di mana, UIN Datokarama mengerahkan para pakar moderasi beragama untuk memberikan pendampingan dialogis agar pemahaman keagamaan tetap inklusif dan sejuk.

Kemudian, Pemberdayaan Ekonomi Produktif yaitu Kemensos melalui unit terkait menyalurkan bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan (vocational training) sesuai dengan potensi lokal di wilayah masing-masing.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Rahmat Koesnadi mengemukakan, berteirmakasih atas antusias UIN Datokarama, sehingga draf MoU dan perjanjian kerja sama dapat dibahas bersama.

Ia mengatakan bahwa, kerja sama ini di dalamya termasuk pembinaan, pengembangan dan pendampingan sekolah rakyat. Kemensos menyebut di Sulteng terdapat tiga sekolah rakyat, salah satunya di Sentra Nipotowe di Kabupaten Sigi.

“Ini semua membutuhkan penguatan mental dan spiritual. Hal ini menjadi gawean UIN Datokarama. Sementara untuk penguatan sosial menjadi gawean Kemensos,”sebutnya.

Stafsus Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin Mensos Ishak Zubaedi Raqib menyatakan UIN Datokarama menjadi perguruan tinggi pertama di Sulawesi Tengah yang akan bekerja sama dengan Kemensos dalamhal penyelenggaraan kesejahteraan social.

“Ini bukan pertama kali Kemensos melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kami berharap UIN Datokarama menjadi leader dalam hal penanganan dan pemberdayaan.” ungkapnya.


Sumber: Humas UIN Datokarama

Bagikan post ini