Bandung Barat (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masyarakat terdampak longsor dan banjir di Cisarua, Bandung Barat tidak hanya mendapat bantuan material, tetapi juga pendampingan spiritual dan kemanusiaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat meninjau posko layanan Kementerian Agama di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/2/2026).
Menag menyampaikan bahwa sejak tiba di lokasi pada dini hari, jajaran Kementerian Agama langsung melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak bencana. Pendataan meliputi kondisi rumah ibadah, madrasah, kantor Kemenag, serta para petugas dan pelayan keagamaan yang turut terdampak.
“Kami datang pertama-tama untuk mendata, berapa masjid, rumah ibadah, madrasah, karyawan Kementerian Agama, imam, penyuluh, dan kantor-kantor yang terdampak. Sesuai kapasitas kami, bantuan diberikan sebagaimana amanah negara,” ujar Menag.
Selain bantuan fisik, Menag menekankan pentingnya memberikan dukungan psikososial dan spiritual kepada masyarakat. Menurutnya, Kementerian Agama menurunkan penceramah, imam, qari-qariah, serta guru agama untuk mendampingi warga, termasuk anak-anak, agar mampu melewati masa sulit pascabencana.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya logistik. Penguatan batin juga sangat penting. Karena itu, kami siapkan pendampingan spiritual, kitab suci sesuai agama masing-masing, serta dukungan kemanusiaan dalam keseharian,” jelasnya.
Menag menambahkan bahwa penanganan bencana oleh Kementerian Agama dilakukan tanpa membedakan wilayah. Ia menyebut Kemenag telah memberikan bantuan di berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Bali, Sulawesi Tengah, dan Papua.
Menag juga mengapresiasi kuatnya solidaritas masyarakat Indonesia lintas daerah. Ia mencontohkan kepedulian masyarakat di Papua yang turut mendoakan serta menggalang bantuan bagi korban bencana di wilayah barat Indonesia.
“Dari ujung timur sampai ujung barat, masyarakat saling mendoakan dan membantu. Rasa ke-Indonesia-an seperti inilah yang harus terus kita jaga dan rawat,” katanya.
Menag lalu mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk terus menumbuhkan kepedulian dan berbagi dengan sesama. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.
Sumber: Menag RI




