Palu, 14/1 (UIN Palu) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir Bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf membahas skema pemberdayaan mantan narapidana teroris (Napiter), yang salah satu tujuannya untuk menguatkan komitmen terhadap ideologi Pancasila.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahim antara Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir dengan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, di Jakarta Pusat, Rabu (14/1).
Rektor Profesor Lukman Thahir didampingi Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Dr Sagis M Amin, melakukan kunjungan silaturahim ke Kementerian Sosial, dan diterima langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membahas rencana kerja sama antara UIN Datokarama Palu dan Kemensos RI tentang pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan mantan narapidana teroris melalui pendekatan pendidikan, keagamaan, serta kewirausahaan yang berbasis pada moderasi beragama.
Rektor Prof Lukman mengatakan bahwa pentingnya pendekatan holistik dalam menangani radikalisme dan terorisme.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyetujui usulan Rektor Profesor Lukman Thahir tentang perlunya pendampingan, pemberdayaan, dan pembinaan berkelanjutan terhadap Napiter.
Hal ini dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi dengan pendekatan moderasi beragama, untuk menguatkan pandangan dan komitmen kebangsaan para narapida teroris.
“Sebagai institusi pendidikan Islam negeri, UIN Datokarama Palu memiliki komitmen kuat untuk mempromosikan moderasi beragama. Kami siap berkontribusi melalui program pendidikan dan kewirausahaan yang dapat membantu mantan teroris reintegrasi ke masyarakat dengan cara yang bermartabat,” kata Prof Lukman.
Mensos Saifullah Yusuf mengemukakan bahwa kementerian yang dipimpinnya memiliki pengalaman dalam program deradikalisasi dan reintegrasi sosial eks-napiter.
“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi dengan UIN Datokarama, terutama di wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki dinamika sosial unik. Pendekatan kewirausahaan berbasis moderasi beragama bisa menjadi model baru untuk pemberdayaan,” ungkap Gus Ipul sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf.
Selain pembahasan kerja sama, Menteri Sosial juga mengajak rombongan UIN Datokarama untuk meninjau secara langsung program pelatihan keterampilan bagi anak-anak penyandang disabilitas yang dilaksanakan di lingkungan Kantin Kementerian Sosial. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kemensos dalam rehabilitasi sosial untuk penyandang disabilitas, yang mencakup pelatihan keterampilan hidup sehari-hari.
Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini telah melatih caregiver dan penyandang disabilitas di berbagai daerah, termasuk melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga swasta.
“Ini adalah contoh bagaimana pemerintah mendukung inklusivitas. Kami harap UIN Datokarama juga bisa terlibat dalam program serupa, mengingat komitmen kampus dalam pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk segera menyusun draf MoU (Memorandum of Understanding) yang akan mencakup detail program, termasuk pelatihan bersama, penelitian, dan pendampingan lapangan.***


Sumber: Humas UIN Datokarama




