Pimpin Doa Rakornas 2026, Menag Langitkan Harapan Sinergi dan Integritas demi Kedaulatan Bangsa

Bogor (Kemenag) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi’i menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi wadah penyelarasan visi pembangunan nasional ini digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Momentum ini menjadi titik temu para pimpinan untuk menyamakan frekuensi antara kebijakan pusat dan eksekusi di level daerah. Rakornas 2026 ini tercatat sebagai salah satu pertemuan terbesar pasca-pergantian tahun, dengan dihadiri 4.011 pejabat negara. Forum ini mempertemukan para pengambil kebijakan utama, mulai dari jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Wakil Menteri, Kepala Lembaga, hingga Kepala Daerah dari seluruh tingkatan, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota dari Sabang sampai Merauke.

Dalam agenda kenegaraan ini, Kementerian Agama turun dengan formasi lengkap. Menag dan Wamenag didampingi jajaran Pejabat Eselon I, meliputi Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Dirjen Pendidikan Islam, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, hingga Dirjen Bimas Buddha. Kehadiran formasi penuh ini menyimbolkan kesiapan Kemenag untuk bergerak serentak melayani seluruh umat beragama.

Suasana di SICC berubah menjadi hening dan khidmat ketika Menteri Agama Nasaruddin Umar didaulat memimpin pembacaan doa. Di hadapan ribuan pemimpin bangsa, Menag melantunkan munajat, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa ini senantiasa dilimpahi kekuatan untuk menjaga persatuan.

Dalam doanya, Menag secara khusus menyelipkan harapan agar forum Rakornas ini menjadi wasilah bagi penguatan sinergi dan integritas para pejabat negara. Menag mendoakan agar internalisasi nilai-nilai kebangsaan dapat masuk ke dalam sanubari setiap pemimpin yang hadir, demi terciptanya pemerintahan yang bersih, melayani, dan berdaulat.

“Kiranya rapat koordinasi ini juga bisa melahirkan pikiran-pikiran cerdas, kreatif, dan sekaligus menjadi direction terbaik di dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan kami,” ujar Menag dalam doa yang dipanjatkan.

Menag juga mendoakan agar negeri ini dapat terangkat citranya di mata dunia. Ia memohon agar Indonesia selalu dilindungi dari fitnah, bencana, dan perpecahan yang dapat melemahkan struktur kekuatan bangsa.

Berikut naskah lengkap doa Menag pada 
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026:

Ya Allah, Ya Hamid, Ya Syakir,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat-Mu, karena pagi hari ini bersama Presiden dan Wakil Presiden kami dapat menghadiri Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tahun 2020.

Tiada lain harapan kami kecuali memohon berkah dan petunjuk agar rapat koordinasi ini berlangsung dengan lancar, efektif, dan produktif. Kiranya rapat koordinasi ini juga bisa melahirkan pikiran-pikiran cerdas, kreatif, dan sekaligus menjadi direction terbaik di dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan kami.

Ya Allah, Ya Aziz, Ya Fattah,

Bukakanlah pintu hati dan kesadaran kepada segenap warga bangsa kami untuk mau mengakui dan mensyukuri nikmat dan karunia yang telah diupayakan bersama oleh anak-anak bangsanya sendiri. Kami betul-betul memohon kepada-Mu

Ya Allah, sinergikanlah hati dan pikiran kami untuk bisa terus-menerus berikhtiar mengangkat citra dan martabat positif bangsa kami menjadi sebuah negeri yang baldatun thayyibatun warabun ghafur, Negeri Gemah Ripah, Loh Jinawi, Tata Tentrem, Kerta Raharja.

Ya Allah, Ya Sami’ Al-Duha,

Engkau pernah menjanjikan kepada kami, “ud’uni astajib lakum”, berdo’alah kepada-Ku, niscaya Kami akan kabulkan. Saat ini kami memohon kepada-Mu, berikanlah kekuatan kepada kami untuk mengemban warisan amanah dan cita-cita luhur para pendiri bangsa kami. Jauhkan kami dari berbagai fitnah, bencana, dan perpecahan yang dapat melemahkan sendi-sendi kekuatan bangsa kami.

Ya Allah, Ya Ghafur,

Ampunilah dosa-dosa kami, bimbinglah kami dan tampakkanlah kebenaran itu benar dan berikan kekuatan untuk menjalannya. Tunjukkanlah yang batil itu batil dan berikan kekuatan untuk menghindarinya.

Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami, kami menyembah, dan memohon (kepada-Mu)

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillahi rabbil alamiin.

Sumber: Menag RI

Bagikan post ini