Padang (Kemenag) – Kementerian Agama menyalurkan bantuan pascabencana di Padang, Sumatra Barat sebesar Rp1,075 miliar. Bantuan yang bersumber dari anggaran Kemenag dan dukungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) ini untuk rehabilitasi tiga Kantor Urusan Agama (KUA), alokasi meubelair, serta donasi bagi penghulu, tokoh agama, majelis taklim terdampak bencana.
Bantuan untuk tokoh agama dan lembaga keagamaan diberikan kepada mereka yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana, termasuk pendampingan mental dan trauma healing bagi masyarakat terdampak. Selain itu, dalam APBN Kemenag juga dialokasikan anggaran sebesar Rp1,860 miliar untuk pembangunan gedung KUA.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan pelayanan dasar masyarakat, terlebih layanan keagamaan, tetap berjalan. “Kehadiran kami selain memberikan bantuan, juga ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya keagamaan, tidak terhenti,” ujar Zayadi di Padang, Senin (12/1/2026).
Menjelang Ramadan, Zayadi berharap fasilitas rumah ibadah beserta para pengurusnya tetap berfungsi secara optimal. Selain melayani pencatatan pernikahan, KUA memiliki peran strategis sebagai pusat layanan multifungsi, seperti konsultasi syariah, zakat, wakaf, waris, hingga penanganan konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Pelayanan Publik Kementerian Agama pada 2025 masuk kategori A berdasarkan hasil evaluasi Kementerian PAN dan RB. Hal itu, kata Zayadi, tidak terlepas juga dari kontribusi layanan publik di KUA. “Kita patut bersyukur karena Kementerian Agama berhasil meraih indeks pelayanan publik sebesar 4,61 dengan kategori A,” katanya.
Kepala KUA Ulakan Tapakis Padang Pariaman, Joni Syuryaman, menceritakan kondisi saat bencana terjadi. Menurutnya, ketinggian air mencapai sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa sehingga merendam seluruh fasilitas kantor.
“Karena kami intens berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman terkait antisipasi banjir, seluruh arsip pernikahan dan perangkat pengolah data berhasil kami amankan,” tutup Joni.
Sumber: Menag RI




