Kategori: Berita

  • UIN Datokarama bersiap menuju sertifikasi ISO, tingkatkan kualitas tata kelola PT

    UIN Datokarama bersiap menuju sertifikasi ISO, tingkatkan kualitas tata kelola PT

    Palu, 8/9 (UIN-DK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu tengah menunjukkan langkah besar dalam komitmennya meningkatkan mutu layanan pendidikan dan meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi tersebut.

    Perguruan tinggi Islam negeri yang dipimpin oleh Rektor Profesor Lukman Thahir ini sedang mempersiapkan diri untuk meraih sertifikasi ISO (International Organization for Standardization), sebuah pengakuan standar internasional yang menandakan kualitas manajemen dan proses kerja yang efektif.

    “Kita ingin perguruan tinggi ini memiliki standarisasi yang diakui secara internasional. Hal ini untuk menopang percepatan pengembangan UIN Datokarama menuju internasionalisasi perguruan tinggi,” ucap Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

    Lewat komitmen dan kegigihan Rektor Profesor Lukman Thahir mengangkat derajat perguruan tinggi UIN Datokarama, maka saat ini sedang dilakukan pendampingan persiapan menuju sertifikasi ISO dalam kegiatan bertajuk “Executive Briefing” dari tim pendamping ISO, yang dihadiri oleh para wakil – wakil rektor, dekan fakuktas dan wakil dekan, Direktur Pascasarjana, serta tenaga kependidikan, berlangsung di Auditorium UIN Datokarama, Senin.

    Perguruan tinggi yang menamakan diri sebagai Kampus Moderasi Beragama dan Kampus 1000 Mimpi tersebut, menghadirkan dua tim pendamping ISO yaitu Doktor Helmi Syaifuddin, M.Fil.I, dan Rosihan Aslihuddin, S.Sos. M.A.B, CRP., dari Best-Q Institut.

    Profesor Lukman mengemukakan ​langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Datokarama untuk bertransformasi menjadi perguruan tinggi, yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga profesional dalam pengelolaan administrasinya.

    Profesor Lukman menyatakan bahwa sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018, akan menjadi tonggak penting dalam sejarah universitas.

    ​”Kami ingin memastikan bahwa setiap proses, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, layanan akademik, hingga tata kelola keuangan, berjalan sesuai standar mutu internasional,” ujarnya.

    “Sertifikasi ISO bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tentang budaya kerja yang lebih terstruktur, efisien, dan transparan,” ungkapnya.

    ​​Sertifikasi ISO akan memberikan banyak keuntungan, baik bagi civitas akademika maupun pihak eksternal. Bagi mahasiswa, mereka akan merasakan peningkatan kualitas layanan yang lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi. Dosen dan staf juga akan bekerja dalam sistem yang lebih terorganisir, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja.

    ​Selain itu, sertifikasi ISO akan memperkuat reputasi UIN Datokarama di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini akan mempermudah kolaborasi dengan berbagai institusi lain, baik dalam hal riset, pertukaran pelajar, maupun program akademik lainnya.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Jihad Intelektual Ala Nasaruddin Umar

    Jihad Intelektual Ala Nasaruddin Umar

    Dalam lanskap pemikiran Islam Indonesia kontemporer, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A menempati posisi unik sebagai pemikir, ulama, sekaligus negarawan yang menjembatani tradisi dan inovasi.

    Gagasan-gagasannya tentang eko-teologi, kurikulum cinta, hingga green religion tak hanya menjadi percikan wacana, tetapi juga membentuk gerakan sosial keagamaan yang aktual dan relevan.

    Melalui pendekatan yang inklusif, spiritual, dan intelektual, Nasaruddin Umar menampilkan wajah Islam yang ramah, ekologis, dan penuh kasih sesuatu yang sangat dibutuhkan di tengah krisis lingkungan dan kemanusiaan global.

    Eko-Teologi: Islam dan Kesadaran Ekologis

    Nasaruddin Umar adalah satu dari sedikit ulama yang menempatkan ekologi dalam kerangka teologi Islam. Ia tidak melihat alam sekadar sebagai objek eksploitatif, tetapi sebagai bagian dari sistem ilahiah yang memiliki martabat spiritual.

    Dalam pandangannya, alam adalah ayat kauniyah tanda-tanda kebesaran Allah yang harus dijaga, dirawat, dan dihormati. Pemikiran ini menjadi landasan utama bagi pengembangan eko-teologi Islam, yakni pendekatan yang memadukan spiritualitas dengan kesadaran ekologis.

    Gagasan ini bukan tanpa dasar. Dalam Al-Qur’an, alam disebutkan lebih dari seribu kali menandakan betapa sentralnya hubungan manusia dengan lingkungan. Nasaruddin Umar mengartikulasikan bahwa merusak alam adalah bentuk pengingkaran terhadap amanah khalifah.

    Oleh karena itu, perjuangan menjaga lingkungan hidup adalah bagian dari jihad bukan dalam bentuk senjata, tetapi jihad intelektual dan moral untuk membangun kesadaran ekologis umat.

    Melalui Masjid Istiqlal, ia mengimplementasikan gagasan ini dengan konkret. Konsep “Masjid Ramah Lingkungan” bukan sekadar jargon, melainkan menjadi proyek percontohan yang menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi dan aksi lingkungan.

    Dari pengelolaan sampah, konservasi energi, hingga pelestarian air, Nasaruddin menjadikan masjid sebagai episentrum green movement berbasis keagamaan.

    Kurikulum Cinta: Islam yang Menyentuh Hati

    Dalam dimensi pendidikan dan dakwah, Nasaruddin menawarkan gagasan kurikulum cinta sebuah pendekatan yang menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama pengajaran agama.

    Berangkat dari prinsip rahmatan lil alamin, kurikulum ini menolak pendekatan dogmatis dan menggantinya dengan narasi-narasi kelembutan, empati, dan keadilan spiritual.

    Menurutnya, banyak konflik keagamaan muncul karena kurangnya pemahaman mendalam terhadap aspek kasih dalam agama.

    Ia menolak interpretasi Islam yang kaku, eksklusif, dan menghukum, dan justru mengusung pendidikan Islam yang membebaskan, memuliakan manusia, dan merawat perbedaan.

    Kurikulum cinta juga menjadi upaya melawan radikalisme dengan cara yang elegan bukan dengan senjata, tetapi dengan membentuk hati dan pikiran yang inklusif.

    Dalam berbagai forum internasional, Nasaruddin menunjukkan bahwa Islam bukan agama yang mengancam, tetapi yang memeluk dan melindungi. Kurikulum cinta menjadikan Islam tidak hanya logis, tetapi juga indah dan menenangkan.

    Green Religion: Islam Sebagai Gerakan Perubahan Global

    Istilah green religion dalam pemikiran Nasaruddin Umar bukan hanya sebatas retorika, tetapi menggambarkan bahwa Islam memiliki ajaran mendasar untuk melestarikan bumi.

    Ia menekankan bahwa setiap ritual Islam, seperti wudhu, puasa, haji, hingga sedekah, memiliki nilai-nilai ekologis. Misalnya, puasa melatih pengendalian diri atas konsumsi; sedekah mengurangi ketimpangan ekonomi yang kerap memperburuk eksploitasi alam.

    Dengan menjadikan Islam sebagai green religion, Nasaruddin Umar mendorong umat Islam tidak menjadi bagian dari kerusakan lingkungan, tetapi menjadi pelopor perubahan.

    Dalam forum lintas agama dan dialog global, ia menunjukkan bagaimana Islam dapat memberikan kontribusi terhadap solusi krisis iklim dan ekologi global membentuk solidaritas lintas iman untuk menyelamatkan bumi.

    Jihad Intelektual: Melampaui Mimbar, Menyapa Dunia

    Apa yang dilakukan Nasaruddin Umar sejatinya adalah jihad intelektual perjuangan menggunakan akal, ilmu, dan spiritualitas untuk menjawab tantangan zaman.

    Ia tidak membatasi dakwah di atas mimbar, tetapi masuk ke ruang-ruang strategis: akademik, politik, diplomasi antaragama, dan masyarakat sipil.

    Ia menulis buku, berdialog dengan tokoh dunia, memimpin lembaga besar, dan tetap hadir membimbing umat.

    Jihad intelektual ini membuktikan bahwa ulama tidak harus anti-modernitas. Justru sebaliknya, ulama bisa menjadi agen transformasi, jika mampu membaca zaman dan mengolah ajaran menjadi energi peradaban.

    Nasaruddin Umar menunjukkan bahwa Islam tidak berjarak dari tantangan dunia modern tetapi hadir sebagai solusi.

    Pemikiran Nasaruddin Umar sebagai cahaya yang membimbing arah perjuangan kita hari ini. Kita membutuhkan lebih banyak ulama yang berpikir lintas disiplin, mencintai lingkungan, menjunjung cinta kasih, dan aktif di panggung dunia.

    Jihad intelektual ala Nasaruddin Umar adalah inspirasi untuk kita semua bahwa menjadi cendekiawan muslim bukan hanya soal keilmuan, tetapi juga keberanian menghidupkan nilai-nilai Islam dalam tindakan nyata.(*)

    Penulis: Muhammad Aras Prabowo (Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Intelektual Muda Nahdlatul Ulama)

    Sumber: https://sulbar.tribunnews.com/2025/07/16/jihad-intelektual-ala-nasaruddin-umar

  • Pakar Filsafat: KBC Memperkokoh Komitmen Indonesia Emas

    Pakar Filsafat: KBC Memperkokoh Komitmen Indonesia Emas

    Palu, 4/8 (UIN-DK) – Pakar Filsafat Agama sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan bahwa, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi fondasi yang memperkokoh komitmen pembangunan generasi muda, untuk pencapaian Indonesia Emas 2045.

    “Karena itu, kurikulum cinta hadir bukan untuk mengubah kurikulum yang telah ada, melainkan memperkokoh komitmen membangun generasi emas,” ucap Lukman Thahir, di Palu, Senin, sekaitan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

    Kurikulum Berbasis Cinta merupakan satu terobosan Kementerian Agama yang digagas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kurikulum ini menjadi pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan.

    Profesor Lukman Thahir menilai, kurikulum berbasis cinta merupakan satu kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran pada tingkat satuan pendidikan, utamanya satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

    Hal ini untuk memperkuat dimensi afeksi dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan tujuan membentuk karakter dan moral generasi muda yang cinta kepada Tuhan Yang Emas, cinta kepada sesama manusia, cinta lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

    “Dengan demikian, kurikulum ini menjadi satu solusi atas dinamika dan tantangan maraknya kekerasan, intoleransi serta radikalisme yang menjadi ancaman terhadap negara,” ujar Profesor Lukman.

    Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak bisa dibangun hanya dengan infrastruktur, melainkan juga lewat peradaban yang rukun dan inklusif. Oleh karena itu, pendidikan sebagai pintu masuk pembangunan peradaban manusia, berkepentingan menerapkan kurikulum berbasis cinta sejak dini di semua satuan pendidikan.

    Profesor Lukman menegaskan, Indonesia yang saat ini akan memasuki usia 80 tahun sejak merdeka tahun 1945, diperhadapkan dengan sejumlah tantangan dan kegelisahan terhadap krisis kemanusiaan yang terus berulang.

    “Maka sudah saatnya generasi muda harus disiapkan sejak dini, dengan memperkokoh cinta kepada Tuhan, cinta sesama manusia, lingkungan, dan bangsa, di tengah kemajemukan agama, suku dan bahasa,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, UIN Datokarama berkomitmen untuk membangun menyukseskan implementasi kurikulum berbasis cinta dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada guru – guru satuan pendidikan di wilayah Sulteng.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Mahasiswa FEBI UIN Datokarama Palu Raih Publikasi Jurnal Nasional Bereputasi Sinta 2 sebagai Tugas Akhir

    Palu (UIN Datokarama) – Rizqah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan ujian seminar hasil tugas akhir non-skripsi berupa artikel ilmiah yang telah terbit di jurnal nasional bereputasi Sinta 2.

    Artikel ilmiah Rizqah yang berjudul “Unveiling Generation Z’s Consumptive Behavior: The Role of Bandwagon Effect and FoMO in Viral Marketing” menyoroti perilaku konsumtif Generasi Z di era digital. Penelitian ini secara khusus mengkaji pengaruh fenomena bandwagon effect (efek ikut-ikutan) dan Fear of Missing Out (FoMO) dalam konteks pemasaran viral.

    Ujian seminar hasil yang dilaksanakan Hari Kamis (8/5/2025) ini dihadiri oleh Dewan Penguji yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Dr. Sagir M. Amin, M.Pd.I. (Ketua Sidang), Dr. Hamka, M.Ag. (Penguji Utama I), Dr. Sofyan Bachmid, M.M. (Penguji Utama II), Dr. Syaakir Sofyan, M.E. (Penguji dan Pembimbing I), serta Noval, M.M. (Penguji dan Pembimbing II).

    Dalam ujian tersebut, Rizqah dinilai mampu mempresentasikan dan mempertahankan hasil penelitiannya dengan baik, menunjukkan pemahaman mendalam terkait perilaku konsumen generasi muda dan relevansi fenomena sosial dalam keputusan pembelian mereka.

    Dekan FEBI UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir M. Amin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswanya.

    “Kami sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan Rizqah. Artikel ini bukan hanya menjadi bukti dedikasi Rizqah dalam menyelesaikan studinya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FEBI,” ujar Dr. Sagir M. Amin.

    Lebih lanjut Dekan FEBI menyampaikan bahwa “Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami perilaku konsumsi generasi muda di era digital. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berinovasi dalam penelitian”.

    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Datokarama Palu, Dr. Hamka, M.Ag., turut memberikan apresiasi.

    “Keberhasilan Rizqah dalam menyelesaikan tugas akhir dengan publikasi di jurnal nasional bereputasi Sinta 2 menunjukkan kualitas pendidikan di UIN Datokarama Palu. Artikel ini sangat relevan dengan perkembangan dunia digital saat ini dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia akademik serta praktik pemasaran digital,” ungkap Dr. Hamka.

    Dalam penelitiannya, Rizqah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui survei online terstruktur terhadap 398 responden berusia 18 hingga 26 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandwagon effect dan FoMO memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif Generasi Z, dengan FoMO memberikan dampak yang lebih kuat.

    Menariknya, meskipun pemasaran viral bertujuan menarik perhatian, penelitian ini menemukan adanya dampak negatif terhadap perilaku pembelian, yang kemungkinan disebabkan oleh persepsi konsumen terhadap kampanye pemasaran yang dianggap mengganggu.

    Dewan penguji memberikan pujian atas kontribusi ilmiah artikel ini, terutama dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana faktor sosial dan psikologis mempengaruhi perilaku konsumtif di era digital. Artikel ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai dinamika perilaku konsumen di kalangan generasi muda, khususnya di Indonesia.

    Dengan keberhasilan publikasi artikel ilmiah ini, Rizqah tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan literatur mengenai perilaku konsumsi di era digital, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Datokarama Palu.

  • Menginspirasi: Ilham, Mahasiswa Difabel Tuntaskan Pendidikan Ekonomi Syariah FEBI UIN Datokarama Palu

    Palu (UIN Datokarama) – Kisah inspiratif datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, di mana Ilham, seorang mahasiswa difabel dengan tekad baja, berhasil menuntaskan pendidikan strata satu (S1) pada program studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

    Keberhasilan Ilham ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sebuah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi mimpi dan potensi seseorang untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya.

    Ilham, yang menghadapi tantangan mobilitas fisik sejak lahir, tidak pernah menjadikan kondisinya sebagai penghalang untuk mengejar cita-citanya di bidang ekonomi syariah. Sejak awal masuk UIN Datokarama Palu, ia dikenal sebagai sosok yang gigih, rajin, dan memiliki semangat belajar yang luar biasa. Rekan-rekan mahasiswa maupun dosen sering kali melihatnya berjuang keras untuk mengikuti perkuliahan, namun semangatnya tak pernah padam.

    “Saya selalu percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkarya, terlepas dari kondisi fisiknya,” ujar Ilham dengan nada penuh keyakinan saat ditemui usai mengikuti prosesi ujian akhir skripsi.

    Ilham mengaku, selama berkuliah di kampus Islam negeri terbesar di Sulteng ini, ia banyak mendapatkan ilmu, wawasan, dan pengalaman yang kompleks. Banyak hal ia pelajari, mulai dari hal-hal bersifat akademik hingga pengalaman lain yang mendukungnya untuk terus berkembang, seperti belajar memanajemen waktu, meningkatkan kemandirian, dan lainnya.

    “Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan para dosen di FEBI sangat berarti bagi saya. Mereka adalah pilar kekuatan yang mendorong saya untuk terus maju.” lanjut Ilham.

    Selama masa perkuliahan, Ilham aktif dalam berbagai kegiatan akademik. Ia dikenal memiliki kemampuan analisis yang baik, terutama dalam memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah yang kompleks.

    Tugas-tugasnya selalu diselesaikan dengan tepat waktu dan kualitas yang memuaskan. Bahkan, beberapa dosen mengakui bahwa Ilham seringkali memberikan perspektif baru yang menarik dalam diskusi di kelas.

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir M. Amin, M.Pd.I. menyatakan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian Ilham.

    “Ilham adalah contoh nyata dari kegigihan dan semangat pantang menyerah. Ia telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Kami di FEBI sangat bangga memiliki mahasiswa seperti Ilham, yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menginspirasi banyak orang,” ungkap Dr. Sagir.

    Prosesi ujian skripsi Ilham pun berjalan dengan lancar dan sukses. Ia berhasil mempertahankan skripsinya yang berjudul “Strategi Penguatan dalam Peningkatan Kualitas Koperasi Mahasiswa di UIN Datokarama Palu (Studi pada Angkatan 2021 s/d 2023” dengan hasil yang memuaskan di hadapan para penguji. Keberhasilannya ini disambut haru dan bangga oleh keluarga serta teman-teman terdekatnya.

    Pencapaian Ilham ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi individu difabel lainnya untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar pendidikan dan cita-cita. Ini juga menjadi pengingat bagi institusi pendidikan dan masyarakat luas untuk terus menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

    Setelah menuntaskan pendidikan S1-nya, Ilham berencana untuk terus mendalami ilmu ekonomi syariah dan berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

    “Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya dengan senyum optimis.

    Untuk teman-teman mahasiswa lainnya, khususnya bagi para difabel, Ilham berpesan agar jangan pernah patah semangat. Walau dengan keterbatasan, percayalah pasti ada kelebihan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Tetap tanamkan motivasi terbaik dan ingat untuk membanggakan serta tidak mengecewakan orang tua, keluarga, dan teman-teman.

    Kisah Ilham adalah cerminan dari kekuatan tekad dan bukti bahwa dengan dukungan dan fasilitas yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih puncak pendidikan dan berkarya bagi bangsa.

  • UIN Datokarama cetak 198 sarjana dan 14 magister

    UIN Datokarama cetak 198 sarjana dan 14 magister

    Palu, 26/2 (UIN-DK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mencetak 198 orang sarjana dan 14 magister dalam rapat senat terbuka wisuda ke-43 tahun akademik 2024/2025, berlangsung di perguruan tinggi negeri tersebut, di Kota Palu, Rabu.

    Sebanyak 198 sarjana tersebut terdiri dari Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) 52 orang, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) 31 orang, Fakultas Syariah 49 orang, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) 55 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) 11 orang, dan Pascasarjana Strata Dua 14 orang.

    “Saya percaya, para wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini, dengan bekal ilmu dan akhlak serta skill yang mereka dapati di kampus ini, mereka siap mengabdikan dirinya untuk agama, bangsa, dan negara,” kata Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir dalam pesan almamaternya, di Palu, Rabu.

    Rektor Profesor Lukman menitip pesan kepada para wisudawan dan wisudawati dalam menghadapi realitas hidup di masyarakat, perlu mengedepankan invisible power.

    Para wisudawan dan wisudawati, harus mampu melawan rasa takut, sedih, pesimis, merasa tidak bisa. Sebaliknya, harus kedepankan sikap positif, percaya diri, optimis, dan merasa bahagia.

    “Ini saya sebut The Invisible Power. Pikiran, perasaan dan kesadaran, menentukan sukses dan gagalnya seseorang,” ujarnya.

    Rektor dan seluruh civitas akademik UIN Datokarama mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Program Sarjana dan Magister, atas keberhasilan menyelesaikan studi.

    “Kepada para orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudaeab serta semua yang berpartisipasi atas keberhasilan mewujudkan mimpi yang luar biasa ini, saya berterima kasih banyak dan turut bersyukur, berbahagia dan tentunya diiringi doa semoga Allah membalas berlipat ganda segala kebaikannya,” ungkap Profesor Lukman.

    Rektor juga meminta kepada wisudawan dan wisudawati agar baktikan ilmu yang telah dititipkan Tuhan kepada kalian semua memberikan kemaslahatan pada lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.***

    Penulis Naskah: Muhammad Hajiji

  • UIN Datokarama usung tema bebaskan Palestina dalam wisuda sarjana

    UIN Datokarama usung tema bebaskan Palestina dalam wisuda sarjana

    Palu, 26/2 (UIN-DK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mengusung tema tentang bebaskan Palestina dari penjajahan dan kekejaman perang, dalam wisuda sarjana dan magister tahun akademik 2024/2025.

    Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Rabu, mengemukakan bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina dari segala bentuk penjajahan.

    “Setiap individu manusia memiliki hak untuk, berserikat, bernegara, merdeka dan terbebaskan dari segala bentuk praktek penjajahan. Maka, tidak boleh ada penjajahan dalam bentuk apapun,” ucap Profesor Lukman Thahir.

    Wisuda sarjana dan magister tahun akademik 2024/2025 berjumlah 212 orang terdiri dari 198 sarjana dan 14 magister.

    Sebanyak 198 sarjana tersebut terdiri dari Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) 52 orang, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) 31 orang, Fakultas Syariah 49 orang, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) 55 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) 11 orang.

    Setiap wisudawan dan wisudawati dengan pendampingnya, masing – masing membawa bendera Palestina yang dikibarkan dalam acara wisuda tersebut, berlangsung di Auditorium UIN Datokarama, Rabu.

    Dalam wisuda tersebut, juga dikumandangkan lagu tentang pembebasan Palestina, yang dinyanyikan oleh seluruh komponen civitas akademik UIN Datokarama serta orang tua peserta wisuda.

    Profesor Lukman mengatakan bahwa, kemerdekaan Palestina adalah harga mati, yang dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia ini.

    Sebagai wujud dukungan terhadap Palestina, ujar Profesor Lukman, UIN Datokarama telah bekerja sama dengan Pemerintah Palestina melalui Duta Besar Palestina untuk Indonesia.

    Salah satu implementasi dari kerja sama tersebut adalah, tahun ini, tujuh orang warga Palestina kuliah gratis di UIN Datokarama untuk jenjang strata satu.

    Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Adam Mohammed Mustafa Muhaysin, Kokab Walid Mahmoud Abou Oraiban, Subhi Zuhair Ahmed Al-Hindi, Hiba Mohammed Masoud Abou Ishaq, Dalia Ziad Deeb Ali Saleh, Hamza Abdul Fattah Abdul Latif Al-Ashqar, dan Wala Mohammed Hassan Al-Far.

    “Mereka akan menempuh pendidikan di Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi,” kata Rektor Lukman Thahir.

    Rektor menyampaikan, saat ini Pemerintah Palestina melalui Kedutaan Besar di Jakarta, tengah menyelesaikan administrasi yang dibutuhkan, termasuk paspor dan dokumen lainnya, guna memastikan para mahasiswa dapat masuk dan tinggal di Indonesia selama masa studi mereka.

    “Mereka direncanakan tiba di Kota Palu sekitar Mei 2025 dan akan disambut langsung oleh pihak UIN Datokarama,” kata Prof. Lukman.

    Rektor mengatakan bahwa saat ini, Pemerintah Palestina lewat Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, sedang menyiapkan paspor tujuh generasi muda tersebut, dan administrasi lainnya agar bisa masuk dan tinggal di Indonesia selama kuliah S1.***

    Penulis Naskah: Muhammad Hajiji

  • 36 Mahasiswa FEBI UIN Datokarama Palu Siap Ikuti KKP dan Program MBKM di Berbagai Instansi

    36 Mahasiswa FEBI UIN Datokarama Palu Siap Ikuti KKP dan Program MBKM di Berbagai Instansi

    Palu (UIN Datokarama) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Profesi (KKP), Program Magang dan Pertukaran Pelajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin, 24 Februari 2025, di Aula FEBI UIN Datokarama Palu.

    Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa FEBI dalam melaksanakan KKP dan magang serta Pertukaran Pelajar MBKM. Program ini merupakan bagian dari upaya FEBI untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman praktis mahasiswa di dunia kerja.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Dr. Hamka, M.Ag., mewakili Rektor, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Yang dihadiri oleh Dekan FEBI, para Wakil Dekan, Para Kaprodi, Kabag Tata Usaha, Sekertaris Prodi, dosen dan mahasiswa.

    Dr. Hamka menyampaikan pentingnya kegiatan KKP, magang, dan pertukaran pelajar sebagai bagian dari implementasi program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    “Program-program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman praktis di dunia kerja, serta memperluas wawasan melalui pertukaran pelajar,” ujar Dr. Hamka.

    Dekan FEBI UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir M. Amin, M.Pd.I. dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

    “Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, baik selama maupun setelah mengikuti program ini,” ungkap Dr. Sagir.

    Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa diberikan materi terkait etika profesi, teknis pelaksanaan KKP, program magang dan pertukaran pelajar, serta tips dan trik sukses di dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai instansi-instansi yang menjadi mitra FEBI dalam program KKP dan magang MBKM.

    Program KKP, magang dan pertukaran pelajar MBKM Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 diikuti oleh 36 mahasiswa FEBI dari tiga program studi. Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai instansi pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan di wilayah Palu dan sekitarnya.

    FEBI UIN Datokarama Palu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing di era global. Program KKP dan magang MBKM merupakan salah satu upaya nyata FEBI dalam mewujudkan komitmen tersebut.

    Di sela kegiatan ini dilaksanakan Penandatanganan MoA antara FEBI UIN Datokarama Palu dengan Hannah Asa Indonesia. Salah satu lembaga yang ditempati mahasiswa KKP dan Program Magang.