Kategori: Berita

  • Kuliah Tamu Akuntansi Forensik: UIN Datokarama Palu Dorong Kompetensi Mahasiswa dalam Pencegahan Fraud

    Kuliah Tamu Akuntansi Forensik: UIN Datokarama Palu Dorong Kompetensi Mahasiswa dalam Pencegahan Fraud

    Palu (UIN Datokarama) — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar kuliah tamu dengan tema “Akuntansi Forensik: Mencegah, Mendeteksi, dan Menginvestigasi Fraud.” Acara yang berlangsung pada Rabu, 10 September 2025, ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang krusial di era digital. Kuliah tamu ini dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen, serta menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas akademik di lingkungan FEBI UIN Datokarama Palu.

    Dekan FEBI UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir Muhammad Amin, M.Pd.I dalam sambutannya membuka kegiatan menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Prof. Tarjo. Ia menegaskan komitmen fakultas untuk terus berinovasi dalam kurikulum, salah satunya dengan memasukkan materi-materi relevan seperti akuntansi forensik.

    “Kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai akuntansi syariah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu etika dan hukum. Lulusan kami diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberantas kecurangan di dunia kerja,” tutur Dr. Sagir.

    Kegiatan ini menghadirkan pakar terkemuka di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Tarjo, S.E., M.Si., CFE., CFrA., CPA., Guru Besar Akuntansi Forensik dari Universitas Trunojoyo Madura. Dalam paparannya, Prof. Tarjo menjelaskan secara rinci tentang akuntansi forensik yang tidak hanya sekadar mengaudit laporan keuangan, tetapi juga berperan sebagai alat investigasi hukum.

    “Akuntansi forensik adalah perpaduan antara ilmu akuntansi, hukum, dan investigasi. Peran utamanya bukan hanya mencari kesalahan, melainkan juga mengumpulkan bukti-bukti valid yang dapat digunakan di pengadilan.  Ini menjadi sangat penting di tengah maraknya kasus penipuan atau fraud yang semakin canggih,” ujar Prof. Tarjo.

    Beliau juga memaparkan berbagai jenis fraud, seperti penyalahgunaan aset, korupsi, dan manipulasi laporan keuangan.

    Prof. Tarjo juga menyoroti pentingnya red flags, atau tanda-tanda peringatan dini yang sering muncul dalam transaksi keuangan yang mencurigakan. Ia mengajak para mahasiswa untuk lebih peka dan kritis terhadap anomali data.

    “Seorang akuntan syariah harus memiliki integritas tinggi dan kemampuan analisis yang tajam. Dengan memahami akuntansi forensik, kalian tidak hanya menjadi akuntan yang handal, tetapi juga penjaga moralitas bisnis,” tambah Prof. Tarjo.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Irham Pakawaru, SE, M.SA., Ak sebagai penyelenggara menekankan bahwa mata kuliah ini akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. “Dunia kerja membutuhkan profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan investigasi. Pengetahuan tentang akuntansi forensik akan membuat lulusan kami lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan di sektor publik maupun swasta,” jelasnya.

    Kuliah tamu ini tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga sesi tanya jawab interaktif yang dimanfaatkan dengan antusias oleh para mahasiswa. Mereka mengajukan pertanyaan seputar studi kasus fraud yang pernah terjadi dan bagaimana langkah-langkah investigasi yang tepat. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama, menandai keberhasilan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

  • 32.502 Guru Madrasah Ikuti Uji Kinerja PPG, Sertifikat dan Tunjangan Profesi di Depan Mata

    32.502 Guru Madrasah Ikuti Uji Kinerja PPG, Sertifikat dan Tunjangan Profesi di Depan Mata

    Jakarta (Kemenag) – Sebanyak 32.502 guru madrasah mata pelajaran umum mengikuti Uji Kinerja (UKIN) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan II Tahun 2025. Tahapan ini menjadi penentu akhir kelayakan mereka untuk dikukuhkan sebagai Guru Profesional bersertifikat.

    Sebagai guru professional, mereka nantinya bisa mendapatkan tunjangan profesi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa UKIN bukan sekadar formalitas, melainkan proses evaluasi komprehensif terhadap kemampuan nyata guru dalam menjalankan perannya di kelas.

    “Uji kinerja ini adalah puncak dari seluruh rangkaian PPG. Guru diuji kesiapannya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara profesional, sesuai tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik di madrasah,” ujar Suyitno di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

    Pelaksanaan UKIN menilai dua aspek utama, yakni perangkat pembelajaran dan video praktik mengajar. Melalui video yang diunggah ke laman resmi https://ukin.ukmppg.id pada 29–31 Agustus 2025, para guru menunjukkan keterampilan pedagogiknya, mulai dari penyampaian materi, pengelolaan kelas, hingga penerapan strategi pembelajaran inovatif.

    Kemenag optimistis, dengan pelaksanaan PPG yang semakin sistematis dan terukur, kualitas pendidikan madrasah akan terus meningkat. “Guru adalah pilar utama kemajuan pendidikan Islam. Melalui PPG, kita ingin memastikan setiap guru madrasah memiliki kompetensi yang unggul, sehingga mampu mencetak generasi emas Indonesia,” pungkas Suyitno.

    Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Fesal Musaad, menjelaskan bahwa proses penilaian UKIN dilakukan oleh 14 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mitra penyelenggara PPG Mapel Umum. LPTK tersebut antara lain Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Jambi, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

    “UKIN berlangsung pada 1–16 September 2025. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji dari masing-masing LPTK. Tahap ini sangat strategis, karena menjadi dasar penentuan kelayakan peserta untuk memperoleh sertifikat pendidik, sekaligus akses terhadap tunjangan profesi guru madrasah,” terang Fesal.

    Sebelum UKIN, peserta PPG telah melalui tahapan panjang, mulai dari lapor diri, orientasi di LPTK, pendalaman materi pada tiga modul, pendaftaran UKMPPG, hingga Uji Pengetahuan (UP). Uji Kinerja menjadi tahapan terakhir yang akan menentukan status mereka sebagai guru profesional.

    Fesal menambahkan, kelulusan UKIN akan mengukuhkan para guru madrasah Mapel Umum Angkatan II sebagai sumber daya pendidik yang matang, mapan, dan profesional. “InsyaAllah, mereka yang lulus UKIN akan resmi menjadi Guru Profesional dan mulai menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Januari 2026,” jelasnya.

    Sumber: Kemenag RI

  • Menag Apresiasi Kiprah Seabad Pesantren Gontor dan Inisiatif Jambore Pramuka Muslim Dunia

    Menag Apresiasi Kiprah Seabad Pesantren Gontor dan Inisiatif Jambore Pramuka Muslim Dunia

    Jakarta (Kemenag) – Pondok Modern Darussalam Gontor menginisiasi Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Muslim Scout Jamboree) dalam perayaan 100 tahun sejarah berdirinya pesantren. Ini merupakan World Muslim Scout Jamboree di dunia.

    Kiprah 100 tahun Pondok Modern Gontor dan inisiatif jambore ini mendapat apresiasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    “Saya sangat mengapresiasi kontribusi Pondok Modern Gontor sebagai salah satu lembaga yang sudah berkontribusi selama 1 dekade ini dalam mendidik umat, dan juga dengan adanya Jambore Pramuka Muslim yang pertama di Dunia”, ujar Menag di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Senin (9/9/2025).

    Seremonial pembukaan dilakukan oleh Pimpinan Ponpes beserta beberapa tokoh nasional, antara lain: Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Tokoh Agama Din Syamsudin, Kepala Kwartir Nasional Budi Waseso, dan juga beberapa tokoh gerakan pramuka muslim internasional.

    Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, acara ini dapat membentuk karakter generasi muda yang bersifat Al-Qawiy (Tangguh) dan juga Al-Amin (Terpercaya). Kedua sifat di atas adalah karakteristik dasar yang sangat dibutuhkan untuk generasi muda yang akan pemimpin masa depan.

    “Dengan Jambore Muslim Dunia ini, kita tidak hanya mendidik untuk menjadi Al-Qawiy (Tangguh), tetapi juga mendidik untuk menjadi Al-Amin (Terpercaya), untuk generasi mendatang yang lebih baik”, jelas Menag.

    World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) diikuti ribuan peserta yang merupakan pelajar dan santri dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Britania Raya, Malaysia, Brunei Darussalam, Maladewa, Kamboja, dan sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika.

    Apresiasi juga disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani. “Hari ini, dibukanya acara dengan peserta lebih dari 15.000, jumlah yang sangat fantastis dan juga membanggakan. Kita dapat menyaksikan persaudaraan, persatuan, dan keakraban lintas negara yang diinisiasi oleh santri dan juga pelajar,” ujarnya.

    Sumber: Menag RI

  • STQH Nasional 2025, Kemenag dan Pemprov Sultra Siapkan RS Rujukan Hingga Damkar

    STQH Nasional 2025, Kemenag dan Pemprov Sultra Siapkan RS Rujukan Hingga Damkar

    Kendari (Kemenag) – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mematangkan persiapan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional 2025.

    Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menegaskan STQH tidak hanya menjadi ajang syiar dan dakwah Islam, tetapi juga ruang memperkuat ukhuwah, rekonsiliasi sosial, serta penggerak ekonomi daerah.

    “STQH dan MTQ adalah instrumen kebijakan negara. Tidak hanya untuk syiar, tetapi juga sebagai wasilah ukhuwah. Kita berharap STQH menjadi instrumen rekonsiliasi sosial nasional, menghadirkan semangat persatuan dari nilai-nilai Qur’an,” ujar Zayadi dalam Rapat Koordinasi Persiapan STQH Nasional 2025 di Kendari, Selasa (9/9/2025).

    Kemenag telah menetapkan 1.027 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia sebagai kafilah STQH Nasional. Penetapan ini dilakukan bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan peserta benar-benar mewakili daerah asalnya.

    Dari sisi teknis, Kemenag dan Pemprov Sultra menyiapkan layanan kesehatan dan infrastruktur secara menyeluruh. Enam rumah sakit rujukan 24 jam, tim medis, serta ambulans akan siaga di setiap arena. Dukungan 10 apotek juga dipastikan tersedia. Selain itu, pengamanan massa, pemadam kebakaran, bangunan penunjang, dan jaringan internet telah dipastikan dalam kondisi prima.

    “Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung berjalan maksimal sehingga STQH berlangsung sukses dan lancar,” tegas Zayadi.

    Lebih jauh, ia menilai STQH Nasional 2025 akan memberi dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Tenggara. Ribuan peserta, panitia, dan tamu diyakini akan menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, serta meningkatkan penjualan produk lokal.

    “Setiap peristiwa keagamaan seperti STQH selalu berdampak positif pada ekonomi daerah, terutama untuk produk-produk lokal. Ini kesempatan terbaik untuk melakukan ekspos hasil pembangunan sekaligus menggerakkan pariwisata dan perdagangan,” jelasnya.

    Kendari dipilih sebagai tuan rumah bukan hanya karena posisinya strategis di Kawasan Timur Indonesia, tetapi juga sebagai simbol harapan rekonsiliasi sosial. Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, STQH 2025 diharapkan menjadi perhelatan keagamaan yang berimbas luas: memperkuat iman, mempererat persatuan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

    Sumber: Kemenag RI

  • UIN Palu kerja sama dengan 12 Pemda di Sulteng tingkatkan profesionalitas guru

    UIN Palu kerja sama dengan 12 Pemda di Sulteng tingkatkan profesionalitas guru

    Palu, 9/9 (UIN-DK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama bekerja sama dengan sepuluh pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan II Batch I Tahun 2025.

    “Iya, selain itu LPTK UIN Datokarama juga sinergi dengan madrasah yang gurunya bersal dari berbagai provinsi se-Indonesia,” kata Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama, Profesor Saepudin Mashuri, di Kota Palu, Selasa.

    UIN Datokarama menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang dipercayakan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan PPG, seiring degan perguruan tinggi tersebut memiliki Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

    Pada tahun sebelumnya, LPTK UIN Datokarama yang berada di FTIK berhasil bekerja sama dengan tujuh pemerintah daerah di Sulteng, serta bekerja dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulbar, serta Pemda Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

    “Untuk PPG Angkatan II Batch I Tahun 2025, kami bekerja sama dengan 12 pemda di Sulteng, serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, dengan mekanisme pembiayaan APBD dan APBN,” ungkapnya.

    Dengan jumlah peserta secara keseluruhan pada PPG Angkatan II Batch I Tahun 2025 ini berjumlah 1.190.

    Sebelumnya total peserta PPG yang telah lulus berjumlah 1.196 orang terdiri dari guru madrasyah dan guru PAI, dengan demikian presentase kelulusan pada angkatan I Tahun 2025 99,03 persen, atau meningkat 2 persen, jika dibandingkan dengan presentase kelulusan pada Batch II Tahun 2024 sebesar 97,28 persen.

    Saat ini LPTK UIN Datokarama sedang melaksankan proses pelaksanaan pembelajaran peserta PPG melalui LMS Kemenag. Selain guru PAI, terdapat juga guru mata pelajaran Qur’an Hadits dan GKRA.

    Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan akselerasi PPG bagi guru binaan Kementerian Agama mendapat perhatian serius dari Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sebab, selain terkait penguatan kompetensi, akselerasi PPG juga menjadi terobosan dalam peningkatan kesejahteraan para pendidik seiring adanya tunjangan profesi.

    “PPG angkatan II bagi guru mapel Pendidikan Agama, pembelajarannya dimulai 1 September 2025. Akselerasi PPG ini terus menjadi perhatian Menag Nasaruddin Umar,” terang Amien Suyitno.

    “Proses ini akan didahului dengan verifikasi dan validasi, plotting peserta, serta daftar diri dan lainnya pada akhir Juli sampai akhir Agustus 2025,” sambungnya.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Kemenag Raih WTP, Rektor: Penyemangat tingkatkan kualitas tata kelola UIN Datokarama

    Kemenag Raih WTP, Rektor: Penyemangat tingkatkan kualitas tata kelola UIN Datokarama

    Palu, 9/9 (UIN-DK) – Komitmen Kementerian Agama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kembali membuahkan hasil. Untuk kesembilan kalinya secara beruntun sejak 2016, Laporan Keuangan Kemenag kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan cermin konsistensi tata kelola yang bersih dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik.

    Opini WTP disampaikan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 31a/S/VII/05/2025 tertanggal 27 Mei 2025 atas LKKA per 31 Desember 2024. Laporan ini disusun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Adapun penjelasan rinci atas angka-angka keuangan telah tercantum dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari LKKA.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa raihan WTP ke-9 tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian teknis, tetapi harus menjadi pemicu semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih nyata dan bermakna bagi masyarakat.

    “Saat ini tidak cukup kita hanya meraih WTP. Lebih dari itu, saya minta jajaran Kemenag untuk melakukan kerja-kerja yang berdampak bagi masyarakat. Program-program yang kita buat jangan sekadar seremoni, melainkan harus menghadirkan dampak nyata,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya empati dalam merancang program. “Pikirkan dan laksanakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar program mercusuar,” tambahnya.

    Terkait hal itu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih oleh Kementerian Agama menjadi penyemangat untuk terus berbenah meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang dipimpinnya, di dalamnya termasuk tata kelola keuangan.

    “Kami terus berbenah, bahkan kita ingin ke depan perguruan tinggi ini memiliki standarisasi yang diakui internasional termasuk di dalamnya tata kelola pemanfaatan dan penggunaan keuangan negara,” ucap Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

    Pernyataan Rektor Profesor Lukman Thahir seiring dengan Kementerian Agama Republik Indonesia meraih WTP atas laporan keuangan tahun anggaran 2024, yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

    Predikat WTP menjadi motivasi bagi UIN Datokarama untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini seiring dengan langkah UIN Datokarama menuju perguruan tinggi tersertifikasi internasional atau ISO.

    Ia menyebutkan beberapa area yang akan menjadi fokus utama, termasuk optimalisasi sistem informasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keuangan dan administrasi, serta penguatan pengawasan internal.

    “Pencapaian ini harus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran di UIN Datokarama untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam hal tata kelola kelembagaan.

    Rektor memastikan bahwa, ke depan program – program kegiatan harus sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan program prioritas Kementerian Agama di antaranya yaitu memberikan pelayanan yang lebih nyata dan bermakna bagi masyarakat.

    “Asta Protas Kemenag kami tindaklanjuti dalam program – program konkret yang sejalan dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Demikian Profesor Lukman Thahir.***

    Sumber: Humas Kemenag RI/Humas UIN Datokarama

  • Rakor Kehumasan, Rektor: Humas Adalah Wajah UIN Datokarama

    Rakor Kehumasan, Rektor: Humas Adalah Wajah UIN Datokarama

    Palu, 9/9 (UIN-DK) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menyatakan bahwa humas adalah wajah dari perguruan tinggi yang dipimpinnya, sehingga harus terus meningkatkan publikasi demi memperkuat citra positif kampus.

    “Oleh karena itu, seluruh jajaran untuk bersinergi dan meningkatkan kualitas komunikasi agar informasi mengenai UIN Datokarama tersampaikan dengan baik kepada publik,” ucap Profesor Lukman, di Palu, Selasa.

    Rektor Profesor Lukman Thahir hadir dan menyampaikan arahan dalam rapat koordinasi kehumasan lingkup UIN Datokarama, yang berlangsung di Ruang Kerja Rektor.

    Rakor kehumasan tersebut membahas tentang rencana tindak lanjut Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor : SE 39 Tahun 2025 Tentang Penguatan Publikasi Capaian dan Dampak Kinerja di Lingkungan Kementerian Agama.

    Rakor yang diikuti oleh Tim Kerja Fungsi Humas, Publikasi dan Protokoler, Para Kepala Bagian, Fungsional Pranata Humas, dan Humas Fakultas, menjadi momen strategis untuk mengevaluasi kinerja humas selama ini dan merumuskan langkah-langkah ke depan yang lebih efektif sesuai Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenag.

    Rektor Profesor Lukman mengemukakan publikasi yang masif dan terstruktur adalah kunci utama agar masyarakat luas dapat mengetahui berbagai prestasi dan kegiatan positif yang dilakukan oleh UIN Datokarama.

    “Setiap unit kerja, mulai dari fakultas, pascasarjana, hingga lembaga, harus aktif menyumbangkan berita atau informasi,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa publikasi yang baik akan membangun narasi positif tentang kampus dan menarik minat calon mahasiswa.

    Dalam kesempatan tersebut, Profesor Lukman juga menyoroti pentingnya peran media sosial sebagai alat komunikasi modern. Ia mendorong tim humas untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola akun-akun media sosial resmi kampus, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

    “Konten yang menarik dan informatif akan menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda,” tambahnya.*

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Lima Fokus Kurikulum Berbasis Cinta, dari Keimanan sampai Pengamalan

    Lima Fokus Kurikulum Berbasis Cinta, dari Keimanan sampai Pengamalan

    Ciputat (Kemenag) — Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) disebut sebagai upaya mewujudkan lima dimensi religiusitas di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia.

    Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Nyayu Khodijah, menjelaskan lima dimensi tersebut meliputi keimanan, pengetahuan, penghayatan, peribadatan, dan pengamalan.

    “Selama ini yang kita lihat guru agama kita dari kelima hal ini yang masih sedikit sekali tersentuh adalah aspek penghayatan,” ujar Nyayu dalam Dialog dari Hati: Kurikulum Berbasis Cinta, di Ciputat, Minggu malam (7/9/2025).

    Menurut Nyayu, dimensi penghayatan sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Tidak optimalnya pendalaman aspek ini menyebabkan pembelajaran agama belum berhasil secara maksimal. “Nah, KBC ini fokusnya ke semua dimensi,” ungkapnya.

    Ditinjau dari Taksonomi Bloom, Nyayu menilai kurikulum nasional saat ini masih terbatas pada aspek kognitif. Sampai saat ini, aspek afektif belum banyak tersentuh.

    “Kegagalan dunia pendidikan itu karena memang tidak menyentuh aspek afektif. Padahal itu aspek yang sangat penting.”

    Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, mengungkapkan inisiatif Kemenag memperkenalkan KBC akan menciptakan revolusi yang luar biasa.Haidar mengingatkan bahwa cinta bukan persoalan kognitif, melainkan afektif. Cinta bukan benda material, bahkan bukan sekadar pengetahuan kognitif.

    “Cinta adalah pengalaman, yang hanya bisa dialami dengan rasa,” ungkapnya.

    Untuk mengetahui cinta, lanjut Haidar, seseorang harus merasakan cinta itu sendiri. Karenanya, dalam mengimplementasikan cinta dalam pendidikan perlu adanya keteladanan oleh semua pihak.

    Dalam aspek teknis kurikulum, menurut Haidar, perlu menggunakan project-based learning yang menggabungkan beragam pengalaman belajar.

    “Itulah cara yang paling tepat dalam mengajarkan persoalan cinta. Jadi, cinta bukanlah mata pelajaran khusus, melainkan harus merembes ke seluruh aspek pendidikan,” jelasnya.***

    Sumber: Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • Indonesia Salurkan Lebih 211 Ribu Pouch Olahan Daging Dam Haji ke Masyarakat

    Indonesia Salurkan Lebih 211 Ribu Pouch Olahan Daging Dam Haji ke Masyarakat

    Jakarta (Kemenag) – Sejarah baru tercipta dalam penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk kali pertama, Indonesia secara resmi menyalurkan daging Dam dan Hadyu dalam bentuk olahan daging siap saji kepada masyarakat.

    Peluncuran distribusi olahan daging Dam ini dilakukan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar di kantor Baznas, Jakarta. Menag menegaskan bahwa pendistribusian Dam ini bukan hanya wujud tata kelola haji yang transparan, tetapi juga bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

    “Alhamdulillah, hari ini kita membuat sejarah. Untuk pertama kalinya, Dam haji yang dikumpulkan dari petugas dan sebagian jemaah bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan di Tanah Air,” ujar Menag dalam peluncuran pendistribusian Dam/Hadyu Haji Indonesia Tahun 2025 di Aula BAZNAS, Jakarta (8/9/2025).

    Tahun ini, Dam berhasil dikumpulkan dari 8.447 ekor domba/kambing dengan nilai setara Rp21,3 miliar. Hasil pengelolaan tersebut kemudian diolah menjadi 211.075 pouch kemasan masakan daging khas nusantara, mulai dari rendang, gulai, hingga kari. Setiap paket setara dengan 1 kg berisi 5 pouch masakan siap santap.

    Capaian Dam 2025 ini melampaui target awal hingga mencapai 211%. “Awalnya Dam diperuntukkan bagi petugas haji, namun antusiasme jemaah begitu besar. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi jemaah,” ujar Menag.

    Produk olahan dari Dam ini ditasyarufkan kepada 42.215 penerima manfaat di 7 provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Penyaluran ini diprioritaskan untuk peningkatan gizi ibu hamil, penurunan stunting, serta mendukung program Asta Cita.

    Menag menyebut inovasi ini sebagai terobosan penting. “Dam jangan hanya berhenti sebagai kewajiban ibadah di tanah suci. Dengan dikelola baik, ia bisa kembali menjadi berkah bagi masyarakat dan dapat berlanjut pada tahun berikutnya,” tuturnya.

    Pendistribusian simbolik ini turut dihadiri pimpinan Baznas, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Inspektur Jenderal Kemang, serta jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

    Sumber: Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • Sambangi RS PMI dan RSUD Bogor, Menag Jenguk Korban Bangunan Majelis Taklim yang Ambruk

    Sambangi RS PMI dan RSUD Bogor, Menag Jenguk Korban Bangunan Majelis Taklim yang Ambruk

    Bogor (Kemenag) —– Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini menyambangi Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor. Menag menjenguk jemaah yang dirawat akibat bangunan majelis taklim Ashobiyyah roboh.

    Majelis Taklim Ashobiyyah terletak di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini baru selesai dibangun sekitar sebulan lalu. Bagian bawah digunakan untuk musalla, sementara bagian atas untuk majelis taklim. Bangunan ini ambruk sekitar pukul 09.30 WIB, saat digunakan jemaah untuk mengikuti pengajian. Tiang bangunan hancur sehingga bangunan majelis taklim yang di atas roboh dan hancur.

    “Saya tadi menjenguk kurban luka yang dirawat di RS PMI dan RSUD Bogor. Saya sampaikan rasa empati atas peristiwa yang mereka alami. Kita doakan semoga jemaah yang luka dan sakit segera sembuh dan pulih,” terang Menag di Bogor, Minggu (7/9/2025).

    Ikut mendampingi, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu dan Gugun Gumilar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar, serta Kepala Kemenag Kab Bogor Syukri. Saat Menag menjenguk, ada 21 orang yang dirawat di PMI Bogor dan 38 jemaah yang dirawat di RSUD Kota Bogor.

    “Ada jemaah yang wafat. Kita doakan semoga semua husnul khatimah dan wafat dalam keadaan syahid. Mereka wafat saat mengaji dan memperingati Maulid, mengobati kerinduan mereka pada Rasulullah. Kita doakan semoga kelak mendapat syafaat dari Rasulullah saw,” harap Menag.

    Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk membangun musalla dan bantuan 50juta untuk membangun kembali majelis taklim yang roboh.

    “Kita sampaikan bantuan untuk pembangunan. Semoga bisa dibangun kembali musallah dan majelis taklimnya untuk dimanfaatkan bagi aktivitas ibadah masyarakat,” tutur Menag.

    “Saya mendengar info nantinya para korban juga akan mendapat santunan dari Baznas,” sambungnya.

    Terkait biaya perawatan korban di rumah sakit, Menag mendapat informasi dari Kepala Kankemenag Bogor bahwa itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

    Sumber: Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI