Kategori: Berita

  • Kejar Reputasi Global, UIN Datokarama Palu Mulai Pendampingan Sertifikasi ISO

    Kejar Reputasi Global, UIN Datokarama Palu Mulai Pendampingan Sertifikasi ISO

    Palu (UIN Datokarama) — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu bekerja sama dengan Best-Q Institute memulai langkah strategis untuk meningkatkan standar kualitas tata kelola universitas. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk meraih sertifikasi ISO, sebuah pengakuan internasional terhadap sistem manajemen mutu.

    Kegiatan ini diawali di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Kamis, 11 September 2025, bertempat di Aula Lantai 2 Gedung FEBI. Diikuti peserta dari para pimpinan, para ketua dan sekertaris jurusan, para dosen dan tenaga kependidikan.

    Pendampingan ini menandai komitmen UIN Datokarama Palu dalam mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi yang bereputasi. Ketua LPM UIN Datokarama, Sofyan Bachmid menyatakan bahwa sertifikasi ISO bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan transformasi mendalam dalam setiap aspek operasional.

    “Kita tidak hanya mengejar sertifikat, tapi juga memastikan bahwa setiap proses, mulai dari administrasi hingga pembelajaran, memenuhi standar mutu yang diakui secara global,” ungkap Sofyan dalam sambutan pembukaan.

    Ia menambahkan bahwa pendampingan ini akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh fakultas, lembaga, dan unit kerja di lingkungan UIN Datokarama. Sebelumnya telah dilaksanakan Executive Briefing Pendamping ISO di Auditorium UIN Palu pada Senin, 8/9/2021).

    Dipilihnya FEBI sebagai fakultas pertama dalam program pendampingan ini bukan tanpa alasan. Dekan FEBI, Dr. Sagir M. Amin mengungkapkan bahwa fakultasnya memiliki peran sentral dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. “Standar ISO akan memastikan kualitas kurikulum, proses belajar mengajar, dan pelayanan mahasiswa kami semakin optimal,” ujarnya.

    Pendampingan ini difokuskan pada pemahaman dan implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) sesuai standar ISO 9001:2015, yang mencakup identifikasi proses kerja, penyusunan dokumentasi, dan pelaksanaan audit internal.

    Pendampingan oleh Best-Q Institute, sebuah lembaga konsultan yang berpengalaman di bidang manajemen mutu, memberikan keunggulan tersendiri. Tim Best-Q Institute akan memberikan bimbingan teknis, pelatihan, dan evaluasi berkala untuk memastikan seluruh civitas akademika memahami dan mengimplementasikan standar ISO dengan benar.

    “Kami mendampingi UIN Datokarama Palu dalam menyusun kerangka kerja yang solid, melakukan analisis kesenjangan (gap analysis), hingga mempersiapkan audit internal,” jelas Hadi, selaku seorang tim ahli  dari Best-Q Institute.

    Proses pendampingan dan sertifikasi ISO ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi UIN Datokarama Palu. Selain meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, sertifikasi ini akan memperkuat reputasi dan kredibilitas universitas di mata masyarakat, calon mahasiswa, dan mitra kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini juga akan membuka peluang untuk kolaborasi riset, pertukaran pelajar, dan program akademik lainnya dengan institusi lain.

    Upaya ini sejalan dengan komitmen UIN Datokarama Palu untuk terus meningkatkan layanan pendidikan demi mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. Keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan universitas untuk menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka yang diakui secara internasional.

  • Rektor UIN Datokarama: Tenaga CS berkontribusi besar terhadap kebersihan kampus

    Rektor UIN Datokarama: Tenaga CS berkontribusi besar terhadap kebersihan kampus

    Palu, 11/9 (UIN-DK) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan para petugas kebersihan atau cleaning service (CS), telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kebersihan kampus dalam pengabdiannya.

    “Oleh karena itu cleaning service (CS) bukanlah pekerjaan rendah, sehingga tidak boleh ada satu-pun manusia yang merendahkan para petugas kebersihan,” ucap Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Kamis.

    Dengan kontribusi besar yang diberikan oleh para petugas cleaning service, kata Rektor Profesor Lukman, saat ini tidak ada lagi satu-pun orang yang menyatakan bahwa UIN Datokarama Palu jorok atau kotor.

    “Maka berbangga-lah kalian dengan pekerjaan sebagai cleaning service,” ungkap Profesor Lukman.

    Pernyataan ini disampaikan oleh Profesor Lukman Thahir dalam kegiatan pelatihan dan setifikasi cleaning service yang diselenggarakan oleh Sada Arih Consttuction (SAC), berlangsung di ruangan senat antai III Gedung Rektorat UIN Datokarama, Kamis. Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 cleaning service UIN Datokarama.

    Profesor Lukman menekankan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang, melainkan merupakan cerminan budaya akademik dan spiritual yang harus dijunjung tinggi.

    “Para petugas kebersihan ini adalah garda terdepan kita dalam menjaga kebersihan. Tanpa kontribusi besar mereka, mustahil kita bisa melihat kampus UIN Datokarama sebersih dan senyaman ini,” ujarnya.

    Oleh karena itu, Profesor Lukman mengatakan bahwa pimpinan UIN Datokarama akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para petugas kebersihan dan memperhatikan masa depan petugas kebersihan.

    “Sejauh ini sudah ada empat sampai enam CS yang telah terangkat menjadi ASN. Kami tidak menutup mata terhadap kontribusi pengabdian bapak dan ibu semua,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Elisa Isabella Ginting mengemukakan pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan profesionalitas kerja para petugas CS di lingkungan UIN Datokarama.

    Di samping itu, pelatihan tersebut juga untuk meningkatkan kecintaan para petugas kebersihan terhadap pekerjaannya.

    “Melalui pelatihan ini diharapkan terbangun kebersamaan, kekompakan, serta para petugas kebersihan menghargai pekerjaan yang diguluti,” imbuhnya.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

     

  • Menag Doakan Kementerian Haji Raih Kepuasan Jemaah di Atas 90%

    Menag Doakan Kementerian Haji Raih Kepuasan Jemaah di Atas 90%

    Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan doa dan harapannya agar penyelenggaraan ibadah haji yang akan dikelola Kementerian Haji dan Umrah di masa mendatang semakin baik, bahkan mampu menembus indeks kepuasan jemaah di atas 90 persen.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa hasil perhitungan Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH) 2025, mencapai angka 88,46 dengan predikat sangat memuaskan.

    “Saat ini (IKJH) 88,46 poin, mungkin nanti ke depan kita doakan semoga bisa _nyeberang_ di atas angka 90 poin. Inilah harapan kita semuanya,” ujar Nasaruddin Umar dalam acara publikasi hasil survei kepuasan jemaah haji 2025 di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

    Menurut Menag, persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji. Ia menekankan pentingnya pembekalan petugas secara serius agar mereka memiliki semangat pengabdian penuh. “Saya berharap nanti Kementerian Haji dan Umrah bisa memberikan semacam indoktrinasi kepada para petugas haji, sebagaimana yang kita lakukan selama ini. Bukan sekadar doktrin, tetapi indoktrinasi. Bagaimana menganggap pelayanan ini sebagai jihad,” jelasnya.

    Menag juga mendoakan agar keteguhan dan pengorbanan para petugas haji Indonesia tetap diwarisi. Ia menilai sikap rela berkorban hingga menggendong jemaah yang kesulitan berjalan adalah teladan yang patut dijaga. “Itu perlu kita pertahankan. Ambil yang positif dari pengalaman kita, jangan ulangi kelemahan yang ada,” pesannya.

    Dengan penuh optimistis, Menag menutup dengan doa agar penyelenggaraan haji berikutnya semakin sukses. “Kita doakan semoga Kementerian Haji dan Umrah nanti yang akan menyelenggarakan haji bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi dari tahun ini. Insyaallah, dengan setulus hati kita mendoakan, semoga Allah mudahkan dan sukseskan,” pungkas Nasaruddin Umar.

    Sumber: Biro Humas Kemenag RI

  • Menag Luncurkan Buku Refleksi Deklarasi Istiqlal: Refleksi Harapan & Tantangan Seluas Indonesia

    Menag Luncurkan Buku Refleksi Deklarasi Istiqlal: Refleksi Harapan & Tantangan Seluas Indonesia

    Jakarta (Kemenag) — Para tokoh agama berkumpul di lantai 8, gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). Hadir juga Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Presidium KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Dirjen Bimas Katolik Suparman, dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Mgr. Christophorus Tri Harsono.

    Momen itu terjadi saat peluncuran buku Deklarasi Istiqlal: Refleksi, Harapan, dan Tantangan Seluas Indonesia. Acara diawali dengan pemutaran video tentang momen bersejarah kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal. Gambar Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar berjabat tangan erat, kembali menggaungkan pesan Deklarasi Istiqlal tentang martabat manusia, keadilan, dan cinta semesta.

    Buku berjudul Deklarasi Istiqlal: Refleksi, Harapan, dan Tantangan Seluas Indonesia, ditulis para Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan se-Indonesia bersama pimpinan majelis agama lain. Buku ini merekam permenungan setahun perjalanan Deklarasi Istiqlal sekaligus menjadi ajakan untuk terus menyalakan nilai kasih dalam kehidupan bangsa.

    Dalam kesempatan itu, Menag juga meluncurkan buku kedua berjudul Berjalan Bersama, Hidup Rukun Bersaudara: Best Practice Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan se-Indonesia. Buku ini merangkum praktik baik dialog dan persaudaraan lintas iman yang nyata dihidupi di berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa pesan mendasar dari kedua buku ini adalah cinta: cinta kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta. “Siapa yang memiliki cinta, ia mampu bersahabat dengan alam. Semua agama mengajarkan kasih. Karena itu, marilah kita mencari titik temu, bukan perbedaan,” ungkap Menag dengan penuh kehangatan.

    Peluncuran dua buku ini menjadi pengingat bahwa spiritualitas lintas agama bukan sekadar wacana, tetapi jalan nyata membangun persaudaraan sejati. Acara kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para tokoh lintas agama, meneguhkan komitmen untuk terus berjalan bersama dalam merawat bumi dan mempererat persaudaraan umat manusia.

    Sumber: Biro Humas Kemenag RI

  • Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Sangat Memuaskan dari Jemaah

    Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Sangat Memuaskan dari Jemaah

    Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama menutup tugas penyelenggaraan haji dengan capaian membanggakan. Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat skor 88,46 atau kategori Sangat Memuaskan.

    “Alhamdulillah hari ini kita sudah mendengar bersama, bahwa Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2025 mencapai angka 88,46. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni 88,20. Kita semua patut bersyukur atas capaian ini,” papar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cermin pengakuan jemaah atas kerja keras petugas. “Indeks ini bukan sekadar angka. Di balik setiap poin, ada senyum, ada haru, dan ada pengakuan atas kerja keras kita semua,” kata Menag Nasaruddin Umar.

    “InsyaAllah visi kita untuk membuat jemaah tersenyum sejak awal keberangkatan, saat penyelenggaraan serta saat pulang ke tanah air, sudah tercapai. Ini terlihat dari Indeks yang tadi dipaparkan,” imbuhnya.

    Penutup Tugas Bersejarah

    Tahun ini, rilis IKJHI menjadi penanda historis karena merupakan survei terakhir bagi Kementerian Agama dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara haji. Setelah 14 kali survei dilaksanakan sejak 2010, peran penyelenggara haji selanjutnya akan diemban Kementerian Haji dan Umrah.

    “Kemenag mengakhiri tugas penyelenggaraan haji dengan indeks sangat memuaskan dari jemaah. Angka 88,46 adalah pondasi kuat, warisan terbaik yang kita serahkan untuk terus membangun layanan haji yang lebih baik,” kata Menag.

    Survei IKJH 2025 ini melibatkan 14.400 responden, terdiri dari 6.400 jemaah haji gelombang I dan 8.000 jemaah haji gelombang II. Terdapat beberapa cara pengumpulan data yang dilakukan. Pertama, jemaah mengisi kuesioner secara mandiri (self enumeration), di mana jemaah menilai berdasarkan persepsi tentang kualitas berbagai pelayanan yang di terima.

    Kedua, tim peneliti juga melakukan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data kualitatif dan memperkaya informasi, serta mengetahui fasilitas dan proses pelayanan yang diterima jemaah. Pengamatan sendiri dilakukan di tujuh titik, yaitu: Bandara Madinah kedatangan, Bandara Jeddah kedatangan, Madinah Gelombang 1, Makkah Pra Armuzna, Armuzna, Makkah Pasca Armuzna, serta Madinah Gelombang 2.

    Penilaian dilakukan terhadap 10 aspek pelayanan, yaitu: Transportasi Bus Shalawat, Transportasi Bus Antarkota, Petugas Haji, Ibadah, Konsumsi Non Armuzna, Layanan Lainnya (umum), Akomodasi Hotel, Konsumsi Armuzna, Transportasi Bus Armuzna, dan Akomodasi Tenda.

    Dari 10 aspek layanan yang disurvei, tujuh di antaranya meningkat, termasuk layanan ibadah yang mencapai 89,45 (Sangat Memuaskan). “Ini patut disyukuri karena pada dasarnya haji adalah perjalanan ibadah. Layanan yang semakin baik di bidang ini mencerminkan dedikasi petugas kita,” ujar Menag.

    Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar menuturkan bahwa penyelenggaraan haji 2025 menjadi yang pertama kali menerapkan sistem multi syarikah. Dalam praktiknya, sistem ini menghadirkan sejumlah tantangan, terutama pada layanan akomodasi hotel yang sempat menimbulkan penempatan jemaah terpisah, serta pada layanan konsumsi dan transportasi di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

    “Meski demikian, hasil survei BPS menunjukkan indeks layanan akomodasi hotel tetap berada pada kategori Sangat Memuaskan. Sementara itu, layanan konsumsi dan transportasi di Armuzna tercatat dalam kategori Memuaskan,” kata Menag.

    “Ini menunjukkan, berbagai tantangan yang ada di lapangan, terkait dengan penempatan hotel, transportasi, dan konsumsi dapat diatasi dengan baik,” sambungnya.

    Hal ini, lanjut Menag, juga menjadi bukti kerja keras para petugas haji yang sigap dalam memitigasi dan merespons setiap kendala di lapangan.

    Terima Kasih dan Apresiasi

    Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berperan dalam suksesnya penyelenggaraan haji 2025. Ucapan terima kasih pertama ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas bimbingan, arahan, dan kepercayaan yang telah diberikan.

    Menag turut mengapresiasi dukungan pimpinan kementerian/lembaga terkait serta seluruh pihak yang bersinergi dalam memastikan kelancaran operasional haji. Tidak ketinggalan, penghargaan diberikan kepada Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta atas kerja sama yang terjalin baik selama ini.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang selama 14 tahun terakhir konsisten melakukan survei indeks kepuasan jemaah haji dengan instrumen yang kredibel dan sumber daya manusia yang mumpuni. “Hasil survei BPS selalu menjadi rujukan penting dalam perbaikan layanan haji, dan ini patut kita apresiasi,” tegasnya.

    Menag juga memberi penghormatan kepada seluruh petugas haji, baik di dalam maupun luar negeri, yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi melayani jemaah. “Dedikasi rekan-rekan petugas adalah kunci keberhasilan penyelenggaraan haji,” ujarnya.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan Menag kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kepercayaan dan dukungan selama 75 tahun Kemenag mengemban tugas penyelenggaraan haji. “Terima kasih atas kepercayaan dan kesabarannya. Semoga seluruh Bapak/Ibu sekalian menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, kita akhiri tugas besar ini dengan capaian yang membanggakan. Mohon maaf dan terima kasih,” tutup Menag.

    Sumber: Biro Humas Kemenag RI

  • Kemenag Dorong Perempuan Jadi Pionir Beasiswa Indonesia Bangkit

    Kemenag Dorong Perempuan Jadi Pionir Beasiswa Indonesia Bangkit

    Depok (Kemenag) – Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) menegaskan komitmennya membuka akses beasiswa seluas-luasnya bagi kaum perempuan. Kesempatan ini disampaikan Kepala Puspenma Setjen Kemenag, Ruchman Basori, saat memberikan kuliah umum pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Jumat (5/9/2025).

    “Jangan lama-lama kuliah di IIQ Jakarta. Segera lulus dan kejar beasiswa S2 maupun S3, baik di dalam maupun luar negeri,” tegas Ruchman di hadapan 350 mahasiswa baru IIQ Jakarta yang memadati Hall Asrama Mahasiswa IIQ Parung, Depok.

    Menurut Ruchman, Kemenag bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu telah menyalurkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kepada 7.594 penerima. Dari jumlah itu, sebanyak 3.190 awardee atau sekitar 42% adalah perempuan. Angka ini, kata Ruchman, akan terus ditingkatkan.

    “Bapak Menteri Agama dan Sekjen Kemenag sangat berkomitmen memberi kesempatan beasiswa bagi mahasiswi, guru perempuan, ustadzah, dosen, tenaga kependidikan perempuan, pegawai Kemenag, serta alumni pesantren, PTKI, dan madrasah,” ungkapnya.

    Aktivis mahasiswa 1998 ini juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu Al-Qur’an yang dimiliki mahasiswa IIQ untuk menjawab tantangan global. “Solusi berbagai persoalan sudah ada dalam Al-Qur’an. Tugas mahasiswa adalah berijtihad agar ajarannya kontekstual dengan realitas masyarakat,” jelasnya.

    Ruchman turut membagikan kiat sukses meraih beasiswa, mulai dari penguasaan bahasa asing dengan capaian TOEFL/IELTS, peningkatan kapasitas akademik, hingga kesiapan mental juang. “Kunci beasiswa adalah akademik yang kuat, bahasa yang mumpuni, dan mental pantang menyerah,” tambahnya.

    Kehadiran Ruchman disambut hangat pimpinan, dosen, dan mahasiswa baru IIQ Jakarta. Rektor IIQ Jakarta, Dr. Hj. Nadjematul Faizah, SH., MH, bersama Ketua Panitia PBAK Dr. Ifaty Zamimah, MA, turut mendampingi acara tersebut.

    Sebagai informasi, IIQ Jakarta merupakan perguruan tinggi Islam yang mayoritas mahasiswanya adalah perempuan, sekaligus pusat lahirnya kader-kader hafidzah dan intelektual Qur’ani.

    Sumber: Pendis Kemenag

  • Sesuai Kebutuhan Zaman, Kurikulum Berbasis Cinta Hadirkan Pendidikan Humanis dan Inklusi

    Sesuai Kebutuhan Zaman, Kurikulum Berbasis Cinta Hadirkan Pendidikan Humanis dan Inklusi

    Lampung (Kemenag) — Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Nyanyu Khodijah, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan ikhtiar Kemenag menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

    Hal ini disampaikan Prof. Nyanyu saat membuka Workshop Penyusunan Rancangan Pembelajaran Berbasis Cinta di Pusiban Agung Kotabumi, Lampung Utara, 9–10 September 2025.

    “Pendidikan sejati tidak cukup hanya menguatkan aspek kognitif. Ia harus menumbuhkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati. Kurikulum Berbasis Cinta hadir untuk mengajarkan cinta kepada Tuhan, Rasul, sesama manusia, hingga cinta kepada alam,” ungkapnya.

    Menurut Prof. Nyanyu, KBC bukan kurikulum baru, melainkan revitalisasi kurikulum yang ada dengan menambahkan ruh cinta sebagai fondasi utama. “Yang paling penting dari Kurikulum Cinta adalah nafas dan semangatnya, bukan sekadar dokumen tertulis,” imbuhnya.

    Hingga kini, pengembangan KBC telah melibatkan lebih dari 22.000 guru dari berbagai daerah di Indonesia. Kurikulum ini tengah memasuki tahap lanjutan uji publik, dengan prinsip utama yang meliputi keberagamaan, kebersamaan, kekeluargaan, kemandirian, kesetaraan, kebermanfaatan, kejujuran, keikhlasan, dan kesinambungan.

    Wakil Rektor III UIN Raden Intan Lampung menilai KBC memiliki peran strategis dalam menumbuhkan empati lintas kelompok di tengah masyarakat yang majemuk. “Generasi muda harus belajar merespons perbedaan dengan sikap terbuka. KBC menyiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan yang berkarakter dan berempati,” ujarnya.

    Workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum teoritis, tetapi juga praktis. Guru dan tenaga pendidik dilibatkan dalam penyusunan RPP berbasis KBC, pengembangan materi ajar, serta penyusunan instrumen evaluasi. Dengan pendekatan ini, nilai cinta diharapkan langsung terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari.

    Prof. Nyanyu menutup dengan penekanan bahwa KBC bersifat dinamis dan terus berkembang. “Kita tidak sedang menciptakan sistem yang final. Kurikulum ini hidup, tumbuh, dan mencari bentuk terbaik sesuai kebutuhan zaman. Intinya, cinta adalah nafas pendidikan,” tegasnya.

    Melalui langkah ini, Kementerian Agama optimis KBC akan menjadi fondasi kuat untuk membangun pendidikan yang menyejukkan, memperkuat karakter peserta didik, sekaligus mempererat kohesi sosial bangsa.

    Sumber: Pendis Kemenag

  • Kick Off Hari Santri 2025 Digelar 22 September, Hadirkan Layanan Nyata untuk Santri

    Kick Off Hari Santri 2025 Digelar 22 September, Hadirkan Layanan Nyata untuk Santri

    Jakarta (Kemenag) – Kementerian Agama akan memulai rangkaian peringatan Hari Santri 2025 melalui Kick Off yang digelar pada 22 September mendatang. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari Halaqah Ulama, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga peninjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno, menegaskan bahwa Hari Santri tahun ini harus menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

    “Kick Off tidak hanya menjadi simbol glorifikasi kontribusi pesantren, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung, seperti layanan kesehatan gratis bagi santri,” ujarnya, Selasa (10/9/2025).

    Suyitno menyebut, peringatan Hari Santri 2025 memiliki arti istimewa karena bertepatan dengan satu dekade penetapan Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

    Senada, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menekankan pentingnya kesiapan teknis agar seluruh agenda berjalan lancar.

    “Yang utama adalah bagaimana kegiatan ini bisa terorganisasi dengan baik, peserta terlayani dengan layak, dan masyarakat merasakan kepuasan,” jelasnya.

    Direktur Pesantren, Basnang Said, menambahkan bahwa kegiatan CKG dan peninjauan program MBG akan menjadi highlight dari Kick Off.

    “Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi santri sekaligus memperkuat perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren,” ungkapnya.

    Kick Off pada 22 September ini akan menjadi pembuka menuju puncak Hari Santri 2025 yang jatuh pada 22 Oktober. Selain apel akbar, rangkaian kegiatan juga akan diwarnai dengan Pesantren Award, halaqah, dan beragam acara lain yang melibatkan ribuan santri serta masyarakat.

    Sumber: Pendis Kemenag

  • LPPM UIN Datokarama Laksanakan Seminar Bagi Peneliti Litapdimas

    LPPM UIN Datokarama Laksanakan Seminar Bagi Peneliti Litapdimas

    Palu, 10/9 (UIN-DK) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama melaksanakan seminar bagi para peneliti Litapdimas perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

    Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN Datokarama Doktor Uswatun Hasanah mengatakan seminar ini dilakukan dalam rangka melihat progres dan evaluasi hasil penelitian yang dilakukan para peneliti Litapdimas 2025.

    “Seminar ini berfungsi sebagai evaluasi dan forum diskusi dengan para ahli (reviewer) untuk mendapatkan masukan konstruktif demi perbaikan dan penyempurnaan penelitian yang sedang berjalan dari semua kluster,” ucap Uswatun.

    Seminar antara atau seminar pertengahan, merupakan wadah untuk memaparkan kemajuan pelaksanaan dan perolehan hasil sementara penelitian, yang didanai melalui program Litapdimas (Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi Ilmiah) sebelum tahap penyelesaian akhir.

    Dengan begitu, para peneliti mempresentasikan dan mendiskusikan hasil riset, sehingga terjadi pertukaran ide dan kritik yang membangun.

    Kemudian, melalui seminar tersebut, memastikan temuan-temuan penelitian dapat diketahui oleh akademisi, praktisi, dan masyarakat luas, serta

    mempertemukan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam untuk berkolaborasi dalam proyek penelitian di masa depan, dan mendorong para dosen dan peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal ilmiah yang bereputasi.

    Seminar penelitian Litapdimas tahun 2025 ini menghadirkan reviewer Profesor Ngainun Naim, Profesor Sagaf Pettalongi, dan Profesor Hamlan Andi Malla.

    Uswah sapaan akrab Uswatun Hasanah menambahkan para peneliti diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil penelitiannya berdasarkan kluster yang dipilih.

    Penelitian litapdimas 2025 ini terdiri dari kluster pembinaan kapasitas, kluster pengembangan prodi, kluster interdisipliner, kluster pengembangan perguruan tinggi dan kluster kolaborasi internasional.

    “Semua peneliti diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di depan para reviewer,” ujarnya.

    Profesor Ngainun Naim yang merupakan reviewer penelitian Litapdimas 2025. Pesan tersebut adalah, peneliti wajib mengisi logbook pada Litapdimas agar tidak menjadi temuan Inspektorat, laporan keuangan tetap dipersiapkan meskipun penelitian berbasis SBK, draft artikel harus selesai disubmit di pertengahan Desember 2025, kluster yang mempersyaratkan HAKI dan Dummy book paling lambat diinput sebelum seminar hasil di laman Litapdimas, pelaksanaan seminar hasil dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2025.***

    Sumber: LPPM UIN Datokarama

  • UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Aset

    UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Aset

    Palu, 10/9 (UIN-DK) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola aset, untuk memastikan semua aset dimanfaatkan/digunakan secara efektif sesuai peruntukan dan efisien.

    Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Datokarama Profesor Hamlan, di Kota Palu, Rabu, mengemukakan bahwa peningkatan kualitas dalam tata kelola aset harus terus dilakukan, dibarengi dengan inovasi, untuk menjawab tantangan dan kebutuhan dalam pengembangan perguruan tinggi.

    “Peningkatan kualitas tata kelola aset adalah keharusan, untuk menopang UIN Datokarama Palu menuju perguruan tinggi tersertifikasi ISO,” ucap Profesor Hamlan, di sela – sela rapat virtual dengan Kementerian Agama.

    Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melaksanakan monitoring pemanfaatan aset PTKIN 2025, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit Sarana Prasarana Kementerian Agama Papay Supriatna.

    Dalam upaya meningkatkan tata kelola aset, kata Profesor Hamlan, UIN Datokarama Palu terus memastikan semua aset bergerak dan tidak bergerak terdaftar dalam Barang Milik Negara (BMN).

    “Ini langkah pertama yang kami lakukan yaitu memastikan semua set terdaftar dalam BMN,” ungkapnya.

    Di samping itu, UIN Datokarama, kata dia, memastikan bahwa semua aset yang terdaftar dalam BMN, harus termanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukan. Aset tersebut di antaranya yaitu 67 bangunan gedung yang dimanfaatkan untuk pelayanan administrasi dan perkuliahaan, yang ada di kampus satu di Kota Palu dan kampus dua di Kabupaten Sigi.

    “Setiap tahun UIN Datokarama mengalokasikan biaya pemeliharaan terhadap aset – aset tersebut, agar aset tersebut bertahan lama dan terus berfungsi dengan baik,” kata Hamlan.

    Aset berupa bangunan gedung di lingkungan UIN Datokarama, dibangun dengan dua skema yaitu skema pembiayaan SBSN dari Kementerian Agama, dan skema pembiayaan dari Asia Development Bank (ADB) yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

    “Untuk aset pembiayaan SBSN sudah dioptimalkan pemanfaatannya, begitu juga dengan aset yang bersumber dari ADB,” ujarnya.

    Namun, ia mengakui, terdapat satu aset yang dibiayai oleh ADB yaitu bangunan gedung auditorium, belum terdaftar dalam BMN UIN Datokarama. Sehingga UIN Datokarama terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

    Selain itu, ia menambahkan, UIN Datokarama saat ini, sedang mempersiapkan perencanaan penambahan aset sarana prasarana di kampus dua meliputi, laboratorium ibadah, food court, bak air permanen, serta CCTV.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama