Kategori: Berita

  • Kemenag Jadi Kementerian dengan Tata Kelola Teknologi Digital dan AI dalam Dunia Pendidikan

    Kemenag Jadi Kementerian dengan Tata Kelola Teknologi Digital dan AI dalam Dunia Pendidikan

    Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama menjadi salah satu dari tujuh kementerian yang berkolaborasi dalam mengatur tata kelola teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh kementerian yang bertujuan memberikan pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam proses pembelajaran.

    Kebijakan tersebut dihadirkan untuk memastikan penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan dapat berjalan secara bijak, aman, dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Pengaturan ini mencakup pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI saat ini berlangsung sangat pesat dan membawa peluang besar bagi dunia pendidikan.

    “Teknologi digital dan kecerdasan artifisial berkembang sangat cepat. Ini membuka peluang besar untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan memperluas akses pengetahuan,” ujar Pratikno (12/03/2026).

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut tetap perlu diatur agar memberikan manfaat optimal sekaligus melindungi peserta didik dari potensi dampak negatif.

    “Karena itu pemerintah menghadirkan panduan bersama agar teknologi ini bisa dimanfaatkan secara bijak, aman, dan benar-benar mendukung perkembangan anak-anak kita,” tambahnya.

    Penandatanganan SKB ini melibatkan tujuh kementerian yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pendidikan dan perlindungan anak, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

    Selain mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam proses pembelajaran, kebijakan ini juga mempertimbangkan faktor usia dan kesiapan peserta didik. Dengan demikian, penggunaan teknologi diharapkan dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

    Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.***

    Sumber: Kemenag RI

  • Kemenag Galakkan Program Masjid Ramah Pemudik

    Kemenag Galakkan Program Masjid Ramah Pemudik

    Bekasi (Kemenag) – Program Masjid Ramah Pemudik mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Di Bekasi misalnya, ada tiga masjid yang membuka layanan 24 jam bagi pemudik, salah satunya Masjid Besar Al-Hidayah, Cikarang Barat.

    Operasinal layanan di masjid ini dibuka pada Jumat sore (13/3/2026). Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut program nasional Masjid Ramah Pemudik yang telah diluncurkan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii di kantor pusat Kementerian Agama Jakarta pada 11 Maret 2026.

    Menurut Muchlis, program ini merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh menjelang Idulfitri.

    “Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan keagamaan yang nyata dirasakan masyarakat. Kita ingin memastikan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa program ini juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali fungsi sosial masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan dan kepedulian sosial bagi masyarakat.

    “Masjid sejak awal sejarah Islam bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pelayanan umat. Melalui program ini, kita ingin mengembalikan fungsi sosial masjid sebagai tempat yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” jelasnya.

    Muchlis juga mengingatkan agar program ini tidak dipandang sekadar sebagai tugas administratif, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.

    “Melayani pemudik bukan sekadar kegiatan operasional. Ini adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan, sosial, dan kemanusiaan kita,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan manusia merupakan bagian dari tujuan utama syariat (maqashid al-syari’ah), khususnya dalam prinsip hifz al-nafs atau perlindungan terhadap jiwa.

    “Menyediakan tempat istirahat dan berbagai fasilitas bagi pemudik adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan jiwa. Melayani musafir bagian dari Hifz al-Nafs. Dengan beristirahat sejenak, mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan selamat hingga sampai ke tujuan,” ujarnya.

    Muchlis juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut bahwa perjalanan merupakan “qith‘ah min al-‘adzab” (sepotong dari azab), karena beratnya (masyaqqah) perjalanan, sehingga masyarakat dianjurkan untuk saling membantu meringankan beban orang yang sedang dalam perjalanan.

    Karena itu, ia mengapresiasi para penyuluh agama dan relawan yang terlibat dalam layanan Masjid Ramah Pemudik. Ia juga mengingatkan agar pelayanan ini dijalankan dengan penuh keikhlasan.

    “Jangan berkecil hati jika pada sepuluh hari terakhir Ramadan nanti tidak bisa sepenuhnya beribadah di masjid karena harus melayani para pemudik. Membantu sesama yang sedang dalam perjalanan juga merupakan bagian dari ibadah yg sangat mulia,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Menurutnya, jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah akan memilih dan memakainya untuk melakukan berbagai amal kebajikan. “Karena itu, melayani para musafir adalah kesempatan berbuat kebaikan. Apalagi doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut hadir Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Camat Cikarang Barat, Kapolsek Cikarang Barat, Ketua Umum IPARI Kabupaten Bekasi, para kepala KUA, penyuluh agama Islam, serta para penghulu di Kabupaten Bekasi.

    Masjid Besar Al-Hidayah menjadi salah satu dari tiga titik layanan Masjid Ramah Pemudik di Kabupaten Bekasi, selain Masjid Jami Darussa’adah dan Masjid Jami Al-Barkah.

    Melalui program ini, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan di masjid, antara lain tempat ibadah, ruang istirahat, layanan kesehatan, takjil berbuka puasa, konsultasi keagamaan bagi musafir, hingga fasilitas pendukung perjalanan seperti pengisian bahan bakar dan kebutuhan logistik sederhana.

    Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama yang melibatkan ribuan masjid di berbagai daerah sebagai titik layanan singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sekaligus menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pelayanan umat.***

    Sumber: Kemenag RI

  • Kemenag Bagikan Takjil dan 300 Liter Bensin Kepada Warga

    Kemenag Bagikan Takjil dan 300 Liter Bensin Kepada Warga

    Bekasi (Kemenag) — Program Masjid Ramah Pemudik sudah bergulir pada momen mudik Idulfitri 1447 H. Di Masjid Besar Al-Hidayah, Cikarang Barat, Bekasi, Kementerian Agama membagikan takjil dan bensin gratis kepada para pengendara yang melintas.

    “Kegiatan ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengendara dan pemudik yang sedang menempuh perjalanan jauh. Kita ingin mereka bisa beristirahat, berbuka puasa, dan melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi di Bekasi, Jumat (13/3/2026).

    Ia menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan gerakan nasional yang melibatkan berbagai unsur Kementerian Agama, termasuk para penyuluh agama yang menjadi penggerak pelayanan.

    Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan ratusan paket takjil bagi pengendara yang melintas di sekitar masjid. Selain itu, disediakan pula bantuan bahan bakar gratis sebanyak 300 liter bensin yang dibagikan kepada pengendara yang membutuhkan.

    Muchlis mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik tidak hanya menyediakan tempat ibadah, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan bagi para musafir, seperti area istirahat, minuman hangat, layanan kesehatan, hingga konsultasi keagamaan terkait fikih musafir yang didampingi oleh para penyuluh agama.

    “Masjid kita dorong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat pelayanan bagi masyarakat. Apalagi dalam momentum mudik, banyak orang membutuhkan tempat singgah yang aman dan nyaman,” katanya.

    Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Umar Nashir menambahkan, pelayanan bagi pemudik harus dilakukan secara ramah dan profesional agar masyarakat yang singgah merasakan kenyamanan.

    “Melayani pemudik bukan pekerjaan sampingan. Mereka sedang dalam perjalanan jauh sehingga harus mendapatkan pelayanan yang baik dan membuat mereka merasa terbantu,” ujarnya.

    Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bekasi Supriyadi menjelaskan, para penyuluh agama berperan menyiapkan dan menggerakkan layanan di masjid, termasuk pendampingan keagamaan bagi para musafir.

    “Selain tempat istirahat, pemudik juga dapat berkonsultasi mengenai fikih musafir, seperti salat jamak dan qashar, serta hal-hal terkait ibadah selama perjalanan,” jelasnya.

    Di Kabupaten Bekasi, program Masjid Ramah Pemudik dilaksanakan di tiga masjid, yaitu Masjid Besar Al-Hidayah, Masjid Jami Darussa’adah, dan Masjid Jami Al-Barkah. Secara nasional, program ini melibatkan 6.859 masjid yang disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik selama masa mudik Lebaran…***

    Sumber: Kemenag RI

  • UIN Datokarama dorong mahasiswa ikuti pemilihan Duta Bahasa Sulteng

    UIN Datokarama dorong mahasiswa ikuti pemilihan Duta Bahasa Sulteng

    Palu, 10/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mendorong mahasiswanya untuk mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulteng yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulteng.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama Doktor Faisal Attamimi, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengemukakan bahwa pemilihan Duta Bahasa Tahun 2026 untuk wilayah Sulteng, menjadi satu ajang penting dalam pengembangan kompetensi.

    “Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa UIN Datokarama untuk mengasah kompetensi dan menambah pengalaman yang sejalan dengan kebutuhan akademik,” ucap Dr Faisal Attamimi.


    Dr Faisal Attamimi didampingi Kepala UPT Perpustakaan dan Ketua Tim Humas UIN Datokarama, menerima kunjungan silaturahim pihak Balai Bahasa Provinsi Sultenh dan para Duta Bahasa tahun 2025 dan 2024.

    Dalam pertemuan itu, Dr Faisal Attamimi menyampaikan bahwa UIN Datokarama bersedia membantu mensosialisasikan pembukaan pendaftaran pemilihan Duta Bahasa Sulteng.

    “UIN Datokarama akan berpartisipasi untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan Duta Bahasa Sulteng,” ujarnya.

    Di era media sosial, kreativitas Duta Bahasa menjadi motor penggerak lahirnya konten positif yang memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa.

    Keberhasilan pemartabatan bahasa bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil kolaborasi. Para Duta Bahasa, menurutnya, telah menjadi contoh bagaimana generasi muda mampu membawa isu kebahasaan ke tengah masyarakat.

    Pendaftaran Pemilihan Duta Bahasa dimulai tanggal 25 Februari – 6 Mei 2026. Mahasiswa yang mendaftar akan mengikuti beberapa tahapan yaitu seleksi berkas, wawancara, pengumuman finalis, taklimat, pra-karantina, karantina dan final raya pada bulan Juni 2026.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

     

     

  • UIN Datokarama dan Hannah Asa Indonesia kerja sama literasi keuangan

    UIN Datokarama dan Hannah Asa Indonesia kerja sama literasi keuangan

    Palu, 9/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dan Hannah Asa Indonesia bekerja sama untuk mengembangkan kompetensi civitas akademik khususnya mahasiswa mengenai literasi keuangan.

    Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin menegaskan bahwa literasi keuangan bukan lagi sekadar pelengkap kurikulum, melainkan “keterampilan bertahan hidup” (survival skill) di masa depan.

    Literasi keuangan ini di antaranya meliputi pelatihan manajemen arus kas (cash flow) bagi mahasiswa dan staf, investasi syariah yaitu edukasi mengenai instrumen investasi yang aman, legal, dan sesuai dengan prinsip syariah.

    “Kami ingin mahasiswa kami lulus tidak hanya dengan ijazah, tapi juga dengan kecerdasan finansial yang matang. Kerja sama dengan Hannah Asa adalah langkah nyata untuk memastikan mereka mampu mengelola aset dan menjauhi jebakan konsumerisme yang destruktif,” ungkap Rektor Profesor Lukman.

    Rektor Profesor Lukman Bersama Direktur Hannah Asa Indonesia Mardiyah secara resmi telah menandatangani naskah kerja sama tentang pengembangan Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat pada sektor keuangan syariah.

    Ruang lingkup dalam dokumen kerja sama tersebut meliputi pengembangan kualitas pendidikan, magang di bidang keuangan syariah berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN ) Tematik, pengkajian dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi keuangan syariah di Sulawesi Tengah, pengembangan pengabdian masyarakat dalam rangka peningkatan ketersediaan akses keuangan syariah yang inklusi bagi Masyarakat di Sulawesi Tengah, dukungan pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Medeka (MBKM), bidang Kerjasama lain yang disepakati PARA PIHAK sesuai dengan kewenangan masing masing.

    Direktur Hannah Asa Indonesia, Mardiyah mengemukakan kolaborasi dengan perguruan tinggi bukan sekadar kerja sama administratif. Melainkan, bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan zaman — termasuk kecerdasan dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

    Mardiyah mengakui bahwa pihaknya juga telah menindaklanjuti MoU antara UIN Datokarama dengan Hannah Asa Indonesia, dengan melakukan penandatanganan dokumen kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang dipimpin oleh Dr. Saepudin Mashuri.

    “Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguatan literasi keuangan, pembekalan praktik profesional, serta integrasi nilai-nilai edukasi finansial dalam dunia Pendidikan,” ujarnya.

    “Kami juga telah menyerahkan dokumen kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dipimpin oleh DR. Sagir Muhammad Amin, M.Pd.I. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi ekonomi dan keuangan syariah,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, Hannah Asa Indonesia akan membantu UIN Datokarama untuk meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, serta membuka ruang sinergi dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • UIN Datokarama dan Kemensos bahas kerja sama pemberdayaan eks-napiter

    UIN Datokarama dan Kemensos bahas kerja sama pemberdayaan eks-napiter

    Palu, 8/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dan Kementerian Sosial Republik Indonesia membahas kerja sama pemberdayaan mantan/eks narapidana teroris (Napiter).

    Pembahasan Kerjasama tersebut dihadiri oleh Tim Kementerian Sosial terdiri dari Dr. Rachmat Koesnadi selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Ishak zubaedi Raqib selaku Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Biro Perencanaan Kemensos, Biro Hukum Kemensos, Kepala Sentra Nipotowe Kemensos Diah Rini Lesnawati, Tenaga Ahli Mensos Syamsuddin.

    Dua instansi pemerintah ini bersepakat untuk menyusun naskah Memorandum Of Understanding (MoU) tentang penyelenggaraan kesejahteraan social, yang diikuti dengan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberdayaan sosial bagi bekas warga binaan pemsyarakatan terorisme melalui tri dharma perguruan tinggi.

    Ruang lingkup perjanjian kerja sama tersebut meliputi dukungan pemberian rehabilitasi social, dukungan pemberian pemberdayaan social, dukungan pemberian bimbingan spiritual, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pertukaran data dan/atau informasi.

    Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, mengemukakan bahwa pencegahan dan penanganan radikalisme penting dilakukan secara berkesinambungan dari hulu hingga ke hilir.

    “UIN Datokarama selama ini telah fokus dalam pencegahan radikalisme dengan pendekatan moderasi beragama. Namun hal ini tidak cukup, melainkan harus diikutkan dengan pemberdayaan secara langsung dan berkesinambungan terhadap eks-Narapidana teroris,” ucap Profesor Lukman Thahir.

    “Kita tidak ingin mereka para eks-Napiter hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas dari jeratan ideologi ekstrem karena merasa tidak punya masa depan. Dengan kemandirian ekonomi, martabat mereka pulih,” ujarnya.


    Proses kembalinya eks napiter ke masyarakat seringkali terbentur tembok stigma dan kesulitan ekonomi. Di sinilah UIN Datokarama dan Kemensos masuk untuk memberikan “jembatan” melalui dua pilar utama:

    Penguatan Ideologi dan Psikosial. Di mana, UIN Datokarama mengerahkan para pakar moderasi beragama untuk memberikan pendampingan dialogis agar pemahaman keagamaan tetap inklusif dan sejuk.

    Kemudian, Pemberdayaan Ekonomi Produktif yaitu Kemensos melalui unit terkait menyalurkan bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan (vocational training) sesuai dengan potensi lokal di wilayah masing-masing.

    Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Rahmat Koesnadi mengemukakan, berteirmakasih atas antusias UIN Datokarama, sehingga draf MoU dan perjanjian kerja sama dapat dibahas bersama.

    Ia mengatakan bahwa, kerja sama ini di dalamya termasuk pembinaan, pengembangan dan pendampingan sekolah rakyat. Kemensos menyebut di Sulteng terdapat tiga sekolah rakyat, salah satunya di Sentra Nipotowe di Kabupaten Sigi.

    “Ini semua membutuhkan penguatan mental dan spiritual. Hal ini menjadi gawean UIN Datokarama. Sementara untuk penguatan sosial menjadi gawean Kemensos,”sebutnya.

    Stafsus Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin Mensos Ishak Zubaedi Raqib menyatakan UIN Datokarama menjadi perguruan tinggi pertama di Sulawesi Tengah yang akan bekerja sama dengan Kemensos dalamhal penyelenggaraan kesejahteraan social.

    “Ini bukan pertama kali Kemensos melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kami berharap UIN Datokarama menjadi leader dalam hal penanganan dan pemberdayaan.” ungkapnya.


    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Tebarkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIN Datokarama Palu Salurkan Paket Pangan ke Panti Asuhan

    Tebarkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIN Datokarama Palu Salurkan Paket Pangan ke Panti Asuhan

    Palu, 6/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menyalurkan paket pangan ke 11 panti asuhan sebagai upaya menebarkan bentuk kepedulian social di bulan Ramadhan Tahun 2026 ini.

    Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang AUPK, Profesor Hamlan, memimpin langsung pendistribusian paket pangan tersebut. Tidak bergerak sendiri, aksi kemanusiaan ini turut menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Datokarama serta melibatkan seluruh fakultas dan pascasarjana di lingkungan universitas.

    Bantuan berupa sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, kopi, dan kebutuhan pangan lainnya ini menyasar masyarakat menengah ke bawah, khususnya anak-anak yatim piatu.

    Distribusi difokuskan pada 11 panti asuhan yang tersebar di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, meliputi Panti Asuhan Al-Mabrukah, Jabal Arafah, Al-Hijrah Duyu, Al-Muhajirin, Nurul Huda, Baitul Yatiimat Alkhairaat, Al-Ikhlas, Ar-Rahman, Pelita Hati, dan Sabilul Khairaat.


    Dalam sambutannya, Profesor Hamlan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh civitas akademika.

    “Kegiatan ini menjadi representatif dari kepekaan sosial UIN Datokarama di bulan Ramadhan terhadap masyarakat, utamanya mereka yang berada di panti asuhan. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kami terhadap sesama,” ujar Profesor Hamlan.

    Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unit kerja, mulai dari fakultas hingga pascasarjana, yang telah bahu-membahu menyukseskan agenda ini. Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada Bagian Umum yang telah bekerja keras menyiapkan teknis paket sembako agar siap didistribusikan tepat waktu.

    Aksi “Berbagi Berkah” ini diharapkan dapat meringankan beban operasional panti asuhan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para santri dan pengasuh dalam menjalani ibadah puasa tahun ini.***

    Sumber: Humas UIN Datokarama

  • Rektor UIN Datokarama : Budaya Kerja haru berbasis unggul

    Rektor UIN Datokarama : Budaya Kerja haru berbasis unggul

    Palu, 5/3 (UIN-Palu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar buka puasa bersama seluruh civitas akademika dengan mengusung tema “Membangun Solidaritas dan Budaya Kerja Unggul dalam Penguatan SDM”, Kamis 5 Maret 2026.

    Kegiatan yang diinisiasi Rektor ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

    Rektor UIN Datokarama Palu, Profesor Lukman Thahir, menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi pintu masuk untuk memperkuat etos kerja, integritas, dan budaya pelayanan di kampus.

    Menurutnya, semangat bekerja di bulan suci harus menjadi energi kolektif dalam meningkatkan mutu kelembagaan.

    “Kerja di bulan Ramadhan bukan sekedar rutinitas, tetapi momentum membangun kualitas SDM dan memperkuat budaya kerja unggul,” ujarnya.

    Momen buka puasa juga turut dilakukan penyerahan simbolis data UIN dalam Angka 2026. Data yang telah dihimpun tim dari januari hingga februari 2026 itu selanjutnya akan diolah dan dibukukan sebagai profil resmi universitas tahun 2026.

    Rektor menegaskan, penyusunan buku tersebut akan melibatkan panitia khusus agar data yang telah dikumpulkan dapat tersaji komprehensif dan akuntabel.

    Selain itu, UIN Datokarama Palu juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) serta perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah pimpinan media di Kota Palu. Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi publikasi, transparansi informasi, dan pengembangan citra institusi.

    Rektor menekankan bahwa sejak ditetapkan sebagai universitas unggul, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata, melainkan harus menjadi budaya pelayanan dan kinerja di seluruh lini.

    “Universitas unggul bukan hanya program, tetapi budaya mutu dan pelayanan yang harus dijalankan bersama,” tegasnya.

    Di sektor penguatan kewirausahaan, UIN Datokarama Palu mencatat telah memiliki 12 pelaku usaha binaan dan kini berkembang menjadi 24 pelaku usaha mahasiswa. Ke depan, universitas berencana memperluas kolaborasi, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, guna meningkatkan kapasitas SDM berbasis kewirausahaan. Program tersebut diwajibkan diimplementasikan seluruh fakultas.

    Rektor optimistis, dalam lima tahun ke depan, kampus akan melahirkan lebih banyak entrepreneur muda sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

    Melalui buka puasa bersama ini, UIN Datokarama Palu menegaskan komitmennya membangun solidaritas internal sekaligus memperkuat budaya kerja unggul demi penguatan SDM yang berdaya saing.***

  • “Halal Goes to Campus”, Upaya Kemenag Gencarkan Edukasi Halal bagi Generasi Muda

    “Halal Goes to Campus”, Upaya Kemenag Gencarkan Edukasi Halal bagi Generasi Muda

    Bandung (Kemenag) – Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan program Halal Goes to Campus. Mengangkat tema “Ngobral (Ngobrolin Halal)”, rilis perdana program ini berlangsung di Auditorium Bale Sawala Universitas Padjadjaran,  Kampus Jatinangor, Selasa (3/3/2026).

    Program ini bertujuan memperkuat literasi halal bagi mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, masyarakat Indonesia kerap merasa seluruh produk yang beredar sudah pasti halal, karena mayoritas penduduknya muslim. Padahal, menurut dia, kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.

    Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk yang halal dan tayib. “Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” jelasnya.

    Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya. Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.

    Ia menambahkan, halal kini berkembang menjadi gaya hidup global. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, memiliki pusat halal, bahkan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.

    “Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal. Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, lkhususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” pungkasnya.

    Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti kimia, fisika, dan farmasi. Ia menilai, riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal.

    Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan, halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam, melainkan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.

    “Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.

    Ia menilai, kesadaran halal justru berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim mempercayai standar dan kualitas produk halal. Namun, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar masih perlu memperkuat kesadaran terhadap sertifikasi dan ekosistem industri halal.

    “Kita sebagai umat Islam kadang kurang aware dengan ekosistem halal itu sendiri, terutama dalam konteks bisnis dan sertifikasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kita untuk mulai peduli dan sadar pentingnya mengonsumsi produk halal,” tambahnya.

    Dihubungi terpisah, Direktur Jaminan Produk Halal, Fuad Nasar, menyebut, kegiatan Halal Goes to Campus perdana di Universitas Padjadjaran ini digelar sebagai ajang edukasi dan deseminasi tentang kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.

    “Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik tentang  jaminan produk halal perlu didorong di kampus PTN dan PTKIN,” ujar Fuad.

    Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset. Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Unpad, pejabat eselon II Kementerian Agama, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat.

    Sumber: Menag RI

  • Menag Nasaruddin Umar Dorong ‘Green Jihad’ dan Wakaf Hijau untuk Aksi Iklim Global

    Menag Nasaruddin Umar Dorong ‘Green Jihad’ dan Wakaf Hijau untuk Aksi Iklim Global

    Jakarta (Kemenag) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat dan wakaf harus mulai diarahkan untuk mendukung aksi perubahan iklim dan transisi energi bersih. Hal tersebut disampaikan Menag dalam forum Ifthar Diplomatic Roundtable bertajuk “Strengthening Islamic Climate Action for a 1.5 World”.

    Menag menyatakan bahwa krisis lingkungan hidup saat ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan krisis moral yang memerlukan pendekatan spiritual. Ia memperkenalkan konsep ‘Green Jihad’ sebagai upaya nyata umat Islam dalam menjaga kelestarian bumi sesuai mandat sebagai Khalifah fil Ardh.

    “Masalah perubahan iklim adalah masalah moral dan spiritual. Kementerian Agama berkomitmen untuk mengarusutamakan gerakan menyelamatkan lingkungan melalui edukasi di pesantren dan rumah ibadah”, jelasnya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

    “Kami juga mengkaji pemanfaatan dana sosial umat untuk membiayai proyek keberlanjutan, seperti energi bersih di tengah masyarakat,” tambah Menag.

    Acara yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Dino Patti Djalal ini juga dihadiri oleh perwakilan diplomatik negara sahabat, termasuk Duta Besar Turki dan delegasi Australia. Dino Patti Djalal menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menyuarakan isu iklim agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

    Dalam diskusi tersebut, perwakilan Australia turut memaparkan program Australia Indonesia Partnership for Justice(AIPJ) yang berfokus pada keadilan iklim. Mereka menekankan pentingnya kerangka hukum yang kuat guna mendukung transisi energi yang inklusif di Indonesia.

    Menutup pernyataannya, Menag berharap forum diplomasi ini dapat memperkuat posisi Indonesia menjelang COP 31. “Indonesia ingin menjadi contoh di mana nilai-nilai agama menjadi solusi bagi krisis iklim global. Keheningan dan aksi nyata adalah bahasa universal untuk menyelamatkan bumi,” pungkasnya.

    Sumber: Menag RI