Ciputat (Kemenag) – Sebanyak 1.886 PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dengan jabatan fungsional penghulu mengikuti Short Course Teknik Memandu Pernikahan. Gita ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan, Kementerian Agama.
Short course dilaksanakan secara hybrid learning melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC Pintar dan Smart Class. Acara ini dipusatkan di kampus Pusbangkom SDM Pendidikan dan Kegamaan, Ciputat, Rabu (7/1/2026).
Kepala Pusbangkom SDM, Mastuki menyatakan shortcourse ini kali pertama dilaksanakan sebagai jawaban atas permintaan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Bimas Islam Kementerian Agama. Shortcourse ini terbuka bagi penghulu dan gratis. Peserta yang lulus mendapat sertifikat.
“Program ini dirancang untuk membekali penghulu yang belum mendapat tugas dari Kanwil sebagai pencatat perkawinan di KUA. Teknik memandu pernikahan secara syar’i harus benar. Dan itu menjadi kompetensi wajib bagi penghulu,” ujar Mastuki.

Dia menyampaikan, penghulu baru, baik PPPK maupun CPNS, perlu memahami dengan benar tatacara memandu prosesi akad nikah secara khidmat dan berkesan. Mereka juga perlu menguasai kemampuan bahasa Arab dasar, fasih dalam mengucapkan naskah akad dan khutbah nikah. Mereka juga harus percaya diri, komunikatif, serta mampu melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.
“Penghulu itu wakil Menteri Agama di garda terdepan. Mereka memiliki peran strategis dalam layanan keagamaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perlu terus diperkuat kapasitas dan kompetensinya,” ujarnya.
Mastuki berharap hybrid learning menjadi solusi pembelajaran yang mudah diakses oleh penghulu di mana pun, tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan kepada publik. ASN tetap bisa belajar, meningkatkan kompetensi, dan langsung menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Short course ini dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama dengan tajuk Smart HAB. Selain peningkatan kompetensi penghulu, Pusbangkom SDM juga menyiapkan short course untuk menyasar segmen ASN berbeda, seperti penguatan metode baca tulis Al-Qur’an bagi guru pendidikan agama di sekolah, pelatihan trauma healing berbasis pendekatan keagamaan bagi penyuluh agama di wilayah terdampak bencana. Selain itu ada pelatihan ekoteogi dan kurikulum berbasis cinta.
Sumber: Menag RI




