Palu, 24/9 (UIN-DK) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama bersiap menurunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di lima daerah meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai.
Ketua LPPM UIN Datokarama Doktor Sahran Raden, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, mengemukakan KKN dilaksanakan dengan pendekatan baru yang lebih terfokus, dengan persiapan intensif untuk memastikan program KKN memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mahasiswa.
“Langkah – langkah mematangkan persiapan terus kami lakukan, termasuk berkoordinasi dan bersinergi dengan lima pemerintah daerah,” ucap Sahran Raden.
Lokasi KKN Tematik untuk Kabupaten Parigi Moutong hanya difokuskan pada desa binaan di antaranya Desa Silabia dan Desa Sausu Trans. Sementara Kabupaten Banggai, hanya difokuskan pada beberapa desa di satu kecamatan.
Berdasarkan data LPPM UIN Datokarama, hingga saat ini tercatat 650 telah mendaftar untuk mengikuti KKN Tematik meliputi kluster literasi keuangan, moderasi beragama, kampung religi, lingkar industri, dan kluster lingkar kampus.
Batas pendaftaran KKN berakhir pada tanggal 1 Oktober 2025. Oleh karena itu, LPPM mengimbau kepada seluruh mahasiswa segera mendaftar agar dapat mengikuti KKN Tematik.
“Kami juga mendorong fakultas dan prodi agar turun mengimbau mahasiswanya agar mendaftar KKN,” ujarnya.
Sahran Raden menguraikan, direncanakan tanggal 15 Oktober 2025 mahasiswa KKN telah diturunkan dan berada di lokasi KKN untuk lima daerah tersebut. Untuk itu, pembekalan KKN akan dilaksanakan pada 12 – 13 Oktober 2025.
“Mahasiswa akan berada di lokasi kurang lebih 1 bulan 20 hari, untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan sesuai kluster yang telah ditentukan,” ungkapnya.
KKN kali ini bukan hanya sekadar formalitas, namun menjadi bagian integral dari pengabdian akademisi UIN Datokarama kepada masyarakat. “Kami ingin KKN tahun ini benar-benar terasa manfaatnya. Mahasiswa tidak hanya datang, tetapi juga membawa solusi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Sahran Raden.
Sumber: Humas UIN Datokarama




