Palu (UIN Datokarama) – Kementerian Agama resmi mengumumkan sebanyak 97.122 guru binaannya dinyatakan lulus sertifikasi guru. Mereka merupakan peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan ke-4 yang prosesnya telah berlangsung sejak tahun 2025.
Data ini menggenapi 304.661 guru Kemenag yang lulus sertifikasi pada angkatan 1-3 di 2025. Selain potret peningkatan profesionalitas, capaian ini menggambarkan komitmen Kemenag terhadap kesejahteraan guru madrasah dan pendidikan keagamaan.
“Ini menjadi kabar baik menjelang lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga,” tutur Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Program sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Agama. Melalui PPG, para guru dibekali kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi standar utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Di tingkat perguruan tinggi penyelenggara, capaian membanggakan juga ditorehkan oleh Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Ketua Jurusan PPG UIN Datokarama Palu, Ardillah Abu, menyampaikan bahwa tingkat kelulusan peserta PPG angkatan ke-4 di kampus tersebut mencapai angka yang sangat tinggi.
“Dari total 800 mahasiswa PPG, sebanyak 796 orang dinyatakan lulus. Ini berarti tingkat kelulusan mencapai 99,5 persen,” ujar Ardillah.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pimpinan, dosen, pengelola program, serta komitmen tinggi para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian proses PPG, mulai dari pembelajaran daring, praktik pengalaman lapangan, hingga uji kompetensi.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi indikator meningkatnya kualitas penyelenggaraan PPG di UIN Datokarama Palu, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berkontribusi nyata dalam mencetak guru profesional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kelulusan sertifikasi guru melalui PPG memiliki berbagai manfaat strategis, baik bagi individu guru, institusi pendidikan, maupun sistem pendidikan nasional secara keseluruhan.
Bagi para guru, sertifikasi ini menjadi pengakuan resmi atas kompetensi profesional yang dimiliki. Guru yang telah tersertifikasi dinilai lebih siap dalam merancang pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Selain itu, sertifikasi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan profesi guru.
Di sisi lain, bagi satuan pendidikan, kehadiran guru-guru tersertifikasi akan mendorong peningkatan mutu proses pembelajaran. Hal ini diharapkan berimplikasi langsung pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa, serta terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Secara lebih luas, program ini juga mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Dengan semakin banyaknya guru profesional, sistem pendidikan nasional diharapkan mampu mencetak generasi yang kompeten, berdaya saing, serta memiliki karakter yang kuat.
Keberhasilan PPG angkatan ke-4 ini sekaligus menjadi momentum bagi Kementerian Agama dan lembaga penyelenggara pendidikan untuk terus memperkuat kualitas program, sehingga dapat menjangkau lebih banyak guru di masa mendatang.
Dengan capaian nasional yang signifikan dan tingkat kelulusan tinggi di berbagai LPTK, termasuk UIN Datokarama Palu, program sertifikasi guru melalui PPG diharapkan terus menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan Indonesia menuju arah yang lebih maju dan berkualitas.




