Hari: 24 Februari 2026

  • 29 Penerima Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Berangkat ke Amerika Serikat

    29 Penerima Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Berangkat ke Amerika Serikat

    Jakarta (Kemenag) – Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas 29 mahasiswa Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang akan mengikuti program short course di Amerika Serikat. Pelepasan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta.

    Program ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas keilmuan kader ulama Indonesia melalui jejaring akademik internasional. Dari total peserta, sebanyak 21 mahasiswa akan mengikuti pembelajaran di University of California, Riverside, sementara delapan peserta lainnya belajar di Hartford International University.

    Menteri Agama mengapresiasi para peserta yang berhasil lolos seleksi. Menurutnya, kesempatan mengikuti short course di Amerika Serikat bukanlah hal yang mudah dan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

    “Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Karena itu, fokuslah menuntut ilmu, perkaya wawasan, dan hargai setiap waktu yang kalian miliki,” ujarnya di Jakarta, Senin, (23/2/2026).

    Ia menegaskan bahwa pengiriman kader ulama ke pusat-pusat pendidikan internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi keilmuan Indonesia sekaligus membangun perspektif keagamaan yang terbuka dan berdaya saing global.

    Menag juga berpesan agar para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar selama berada di luar negeri. Disiplin waktu dan kesungguhan dalam menuntut ilmu, kata dia, menjadi kunci utama dalam proses pembentukan ulama masa depan.

    “Gunakan waktu sebaik-baiknya. Jangan ada kesempatan belajar yang terlewat tanpa makna,” pesannya.

    Lebih lanjut, Menag berharap para calon kader ulama tidak hanya kembali membawa pengetahuan untuk kepentingan pribadi, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh bagi kemaslahatan masyarakat.

    “Ilmu yang diperoleh harus kembali kepada umat. Kalian diharapkan menjadi penghubung antara tradisi keilmuan Indonesia dan pengalaman global yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Program PKUMI merupakan salah satu inisiatif kaderisasi ulama berbasis masjid yang diarahkan untuk melahirkan pemimpin keagamaan yang memiliki kedalaman ilmu, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menjawab tantangan global secara moderat dan konstruktif.

    Sumber: Menag RI

  • Perdana, 17 Guru Agama Konghucu Ikuti Uji Pengetahuan PPG

    Perdana, 17 Guru Agama Konghucu Ikuti Uji Pengetahuan PPG

    Jakarta (Kemenag) – Pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2025 membuka kesempatan pertama bagi 17 guru Pendidikan Agama Konghucu untuk ikut ambil bagian. Keterlibatan mereka merujuk pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1652 Tahun 2025 tentang Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan bagi Guru Agama Konghucu yang ditetapkan pada 22 Oktober 2025.

    Dalam konsideran ditegaskan bahwa pelaksanaan PPG Dalam Jabatan bagi guru Pendidikan Agama Konghucu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional secara terstruktur dan berkelanjutan. Penunjukan LPTK juga dimaksudkan untuk menjamin efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas program.

    Panitia Nasional PPG Kementerian Agama, M. Munir menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh guru agama memperoleh akses setara terhadap peningkatan kapasitas profesional. “Kebijakan ini untuk memastikan seluruh guru agama memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas profesional melalui sertifikasi pendidik,” ujar Munir di Jakarta, Senin (23/2/2026).

    Langkah ini bukan sekadar pemenuhan administrasi sertifikasi, melainkan bagian dari desain besar penguatan kualitas pendidikan berbasis moderasi dan profesionalitas. “PPG bagi guru agama Konghucu memastikan tidak ada satu pun rumpun pendidikan agama yang tertinggal dalam proses peningkatan mutu. Pemerataan kompetensi adalah fondasi utama untuk membangun layanan pendidikan yang adil dan inklusif,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa melalui kerja sama dengan LPTK, Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu menyiapkan modul pembelajaran, butir soal uji pengetahuan, serta dukungan pembiayaan guna menjamin pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

    M. Munir menyebut pelaksanaan UP PPG Daljab Angkatan 4 didukung 2.454 pengawas serta difasilitasi melalui 56 LPTK yang terdiri atas 46 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, 1 LPTK Kristen, 2 Katolik, 2 Buddha, dan 4 Hindu. Ujian dilaksanakan di 15 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Seluruh TUK yang terlibat sudah distandarisasi, sehingga kami memastikan pelaksanaannya transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan yang terpenting, memberikan pelayanan prima kepada peserta UP, termasuk peserta difabel,” tegas Munir.

    Secara keseluruhan, UP PPG Daljab Angkatan 4 diikuti oleh 98.036 guru binaan Kementerian Agama dari berbagai satuan pendidikan, terdiri atas 81.156 guru madrasah, 15.160 guru Pendidikan Agama Islam, 899 guru Kristen, 804 guru Katolik, serta 17 guru Konghucu.

    Sumber: Menag RI

  • Kemenag Mulai Siapkan 6.859 Masjid Jadi Tempat Transit Pemudik 2026

    Kemenag Mulai Siapkan 6.859 Masjid Jadi Tempat Transit Pemudik 2026

    Jakarta (Kemenag) – Kementerian Agama tengah menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik. Program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026.

    Program ini direncanakan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri. Masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

    Rencana ini mengemuka saat Menteri Agama menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23/2/2026). Pertemuan ini sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas kementerian untuk mudik yang aman dan nyaman.

    Koordinasi internal juga dilakukan dalam rangka kesiapan masjid dari tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, ujar Menag.

    Masjid diharapkan dapat menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya.

    Menag mengharapkan, bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan, masjid juga diharapkan dapat menyediakan takjil. Pada malam hari, pengelola diimbau menyiapkan minuman hangat agar pengemudi dapat memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

    “Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Supirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” kata Menag.

    Penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, terutama di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra, yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi. Karena itu, Masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

    Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu, ujarnya.

    Tidak hanya masjid, untuk melayani pemudik pun melibatkan rumah ibadah lain di sejumlah daerah, termasuk gereja misalnya, di wilayah Sumatera Utara dan kawasan Indonesia Timur. Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

    “Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai  strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” pungkas Menag.

    Sejalan dengan itu, dalam paparan Menteri Perhubungan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana menghadapi 143 juta pemudik. Diantaranya  juga menyiapkan masjid sebagai tempat singgah, sehingga perlu kesesuaian data dengan Kemenag, agar terjadi sinergi saat di lapangan.

    Sumber: Menag RI